10 Persen APBD untuk Petani, Ujud Nyata Progul Mahyeldi-Audy

straightnews530 Dilihat

FIXSUMBAR — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi diwakili Staf Ahli bidang Ekonomi/Keuangan Syafrizal buka resmi Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Truntum, Padang, Rabu 14 Desember 2022.

Rakor dilaksanakan selama 2 hari tersebut (13 – 14/12) dihadiri Kepala Dinas Pertanian se-Sumbar  Kepala Kehutanan, Bappeda, Ketahanan Pangan ,Perikanan, Peternakan dan kelompok tani  se Sumbar.

Syafrizal pada sambutannya memyampaikan pesan gubernur bahwa petani sebagai penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat, yaitu sekitar, 24,09% dari total kontribusi sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

Baca Juga :  Darak Badarak, Barongsai dan Pesta Kembang Api Meriahkan Karnaval RI

“Peningkatan pendapatan petani tanaman pangan menjadi salah satu indikator sasaran utama pembangunan Sumatera Barat 2021-2026,  Perda Provinsi Sumatera Barat sebagai Program Unggulan (Progul) Sumbar Sejahtera yang bertujuan meningkatkan pendapatan petani, mewujudkan Sumbar sebagai lumbung padi dan jagung, serta mandiri beberapa komoditas ternak,”ujar Syafrizal

Dukungan bagi Progul Sumbar Sejahtera diwujudkan dengan alokasi anggaran 10% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahunnya. Alokasi Anggaran tersebut untuk pertanian, perikanan dan kehutanan dan ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mensejahterakan petani.

Baca Juga :  Soal Seteru Kadin Sumbar, Mahyeldi Tegaskan Tak Ikut Campur

Dinas Tanaman Pangan, Hultikultura dan Perkebunan Pemprov Sumbar yang diwakili Sekretaris Ferdinal Asmin menyebutkan perlu sinergis yang solid semua pihak dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Upaya peningkatan pendapatan petani adalah upaya lintas sektoral yang perlu disinergikan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memfasilitasi peran serta para pihak untuk peningkatan pendapatan petani melalui mendorong kemauan, meningkatkan kemampuan dan memperluas kesempatan bagi petani agar terwujud pembangunan pertanian berkelanjutan,”ujar Ferdinal.

Baca Juga :  Ummat Harus Tahu, Kini TSR Pemprov Kucurkan Bantuan Rp 50 Juta

Feridinal berharap terwujud budaya pertanian yang efisien dan efektif, pertanian alami dan ramah lingkungan.

“Pertanian yang inklusif dan pertanian yang kompleks dengan menghasilkan ragam produk berbasis sumber daya lokal,” ujar Ferdinal.(sis)

Komentar