Ado Ado se Buya ko… Singgah Sahur Gubernur Repotkah Rakyat?

FIXSUMBAR — Ada yang beranggapan singgah sahur Gubernur Mahyeldi ke masyarakat belum mampu bikin repot rakyat saja.

Anggapan itu keliru, bahkan penolakan singgah sahur Mahyeldi ini, diungkap terang-terangan Bupati Solok Epyardi Asda, tidak koordinasi juga terjadi hal buruk kepada Mahyeldi.

Tapi betulkah, Singgah Sahur  merepotkak rakyat? Yuk kita simak..

Menarik dari seorang Buya Mahyeldi Ansarullah dalam program Singgah Sahur selama bulan Ramadan. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) itu tak ingin merepotkan penghuni rumah hingga masyarakat setempat dengan setiap kedatangannya.

Terbukti saat Mahyeldi Singgah Sahur di kediaman ibu Mulhidayati di Jorong Tanjung Raya, Kecamatan Empat Nagari, Kabupaten Sijunjung, Sabtu 23/3-2024 dini hari.

Baca Juga :  Genius Colek Gubernur Sumbar Soal Dana Investasi di Padang

Mahyeldi mengungkapkan, jika setiap kedatangannya dengan rombongan saat singgah sahur tidak diberitahukan kepada perangkat maupun masyarakat setempat.

“Sahur (Singgah Sahur) kita. Memang sengaja tidak kasih tahu (masyarakat setempat),” kata Mahyeldi.

Alasannya, dia tak mau merepotkan pemilik rumah, hingga perangkat setempat. “Kalau (kita) kasih tahu, (nanti) perangkat (setempat) ini akan merepotkan, saya pribadi tidak ingin merepotkan orang,” sebutnya.

Warga disinggahi Mahyeldi ternyata tidak mau tidak repot. “Ado Ado se, masak Buya, gubernur lo lai singgah ka rumah wak cuek se, indak maragoi tamu indak urang minang wak tu doh,“ujar ibu Mul.

Bagaimana cara kerja crew Singgah Sahur Gubernur Sumbar itu, terutama informasi rumah yang harus disinggahi,

Baca Juga :  Tanda Baik Konversi ke Syariah, Ust Abdul Somad Doakan Segera Bank Nagari jadi Syariah

Mahyeldi menyebut dari informasi masyarakat setempat. “Dan informasi rumah ini akan kita kunjungi. (Dari) warga (atau) masyarakat di sini, yang menginformasikan. Kita akan jadi utama sih. Ya mungkin, (ada) langsung dicari juga,” kata Mahyeldi.

Adapun rumah yang disinggahi saat program Singgah Sahur adalah rumah yang dinilai perlu dibantu, alias direhab.

Sementara itu di kediaman ibu Mulhidayati, beliau telah tinggal selama 20 tahun dengan empat orang anaknya, satu perempuan dan tiga pria. Bahkan, ada satu anak perempuannya yang sudah berkeluarga juga tinggal di rumah tersebut.

“Terkadang (informasinya) orang tuanya kadang-kadang sakit ya, nanti bisa juga dibawa ke Puskesmas,” kata Mahyeldi.

Baca Juga :  VBWS 2023 Targetkan 8,2 Juta Pelancong Masuk Sumbar

Saat itu, Mahyeldi juga menyerahkan bantuan rehab rumah kepada keluarga Mulhidayati sebesar Rp 25 juta yang dialokasikan oleh Baznas Sumbar.

“Alhamdulillah, tadi juga ada dari Bank Nagari Rp 2,5 juta untuk bantuan modal, termasuk keperluan sehari-hari. Mudah-mudahan bermanfaat untuk keluarga ibu,” harap Mahyeldi.

Program Singgah Sahur sendiri merupakan program yang telah digagas Mahyeldi setiap bulan Ramadan. Dimulai dari awal menjabat sebagai Gubernur Sumbar, bahkan sebelumnya saat menjadi Wali Kota Padang.

Dalam program ini, tim Singgah Sahur membawa makanan sendiri, dan memberikan bantuan kepada keluarga yang dinilai rumahnya perlu dibantu untuk direhab, termasuk bantuan lainnya.(ikw)

Komentar