Agus Suardi Diberhentikan, FPO: Plt Ketua KONI Sumbar Harus Segera Siapkan Musyawarah

FIXSUMBAR – Perlawanan Kepengurusan KONI Sumbar 2021-2024 yang tidak menjalankan titah dari KONI Pusat, agar segera membentuk Pelaksana Tugas (Plt) membuat KONI Pusat mencopot Ketua Umum KONI Sumbar, Agus Suardi alias Abien.

“Seperti kita ketahui pencopotan itu ditegaskan melalui SK KONI Pusat Nomor 42/2022 tentang Pemberhentian Ketum KONI Sumbar, saudara Agus Suardi dan pengangkatan Plt Ketum KONI Sumbar Hamdanus, Waketum IV KONI Sumbar. Terhadap SK tersebut Forum Penyelamat Olahraga (FPO) Sumatera Barat mengapresiasi dan selanjutnya FPO akan mengawal amanat yang diberikan KONI Pusat kepada Hamdanus yakni melaksanakan Musorprovlub dalam waktu paling lama 4 bulan kedepan,” ujar Ketua FPO Sumbar, Togi Tobing pada jumpa pers, Selasa 15 Marer 2022 di Kafe Pucuk Merah, Jl, Singgalang Gunung Panggilun (Depan RS Ibnu Sina) Padang.

Selain menegaskan dukungan FPO kepada Plt Ketum KONI Sumbar, Hamdanus, Togi Tobing juga menyorot lalainya Ketum KONI yang dicopot, Agus Suardi melaksanakan rapat pleno untuk mengangkat Plt Ketua KONI Sumbar, sehingga hampir saja KONI Sumbar dibekukan.

Baca Juga :  Awas Jadi Bancakan, PJKIP Pessel: Penggunaan Dana Olahraga Pessel Harus Terbuka

Sementara itu, inisiator Wahyu Iramana Putera mengungkapkan latar belakang Agus Suardi Abien selaku Ketum KONI Sumbar dicopot karena Abien salah seorang dari tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang terkait kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Padang anggaran 2018-2020.

Ketiga tersangka itu di antaranya berinisial AS (Agus Suardi) selaku Ketua Umum KONI Padang periode 2015-2019 dan periode 2019-2023. Selanjutnya DS (Davidson) selaku Wakil Ketua 1 KONI Padang dan NZ (Nazar) yang merupakan Wakil Bendahara 1 KONI Padang periode yang sama.Ketiga tersangka ini dijerat Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 9 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 KUHP.

Baca Juga :  Awas Jadi Bancakan, PJKIP Pessel: Penggunaan Dana Olahraga Pessel Harus Terbuka

“Rentetetan dari kasus hukum ini beberapa Cabor diinisiasi FPO telah menyiapkan mosi tidak percaya,” jelas Wahyu.

Persoalan KONI Sumbar jika dibiarkan berlarut larut dengan kondisi seperti sekarang ini, membuat pembinaan kepada cabang olahraga bisa mandek. Apalagi Ketua KONI Sumbar sedang bermasalah dengan hukum, setelah ditetapkan tersangka oleh Kejari Padang pada 31 Desember lalu.

Baca Juga :  Awas Jadi Bancakan, PJKIP Pessel: Penggunaan Dana Olahraga Pessel Harus Terbuka

Hadir pada saat itu Sekretaris FPO Sumbar Dr Damrah, Anggota Rahmat Wartira, Deno Indra Firmansyah dan Efendi serta dihadiri Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), DR. Fauzi Bahar Datuak Nan Santi yang sengaja hadir sepulangnya dari Jakarta.

Fauzi Bahar selaku pembina FPO Sumbar mengatakan permasalahan keadaan saat ini tidak melihat sosok satu orang berdasarkan suka tidak suka, meskipun banyak yang menyalah artikan perjuangan ini.

“Namun, FPO Sumbar murni mendesak agar KONI dipimpin oleh sosok yang tidak bermasalah dengan hukum, agar pembinaan prestasi berjalan berkelanjutan,” ujar Fauzi Bahar. (rdi)

Komentar