Ancaman Setelah Gempa Bumi Talamau Diprediksi Beruntun

straightnews992 Dilihat

FIXSUMBAR — Gempa Bumi 6,1 skala richter Jumat 25 Februari 2022 pagi di Pasaman dan Pasaman Barat, selain menimbulkan duka, kerugian moril dan materil, ternyata juga menyisakan ancaman bencana beruntun, banjir, longsor dan galodo.

Dari penelusuran Tim Bhakti Untuk Negeri Jaringan Pemred Sumbar (JPS) bersama Mitra dan Tokoh, ada 19 lebih titik longsor sepanjang ruas Simpang Empat-Kajai.

Bahkan Selasa sore kemarin juga ada Galodo di Siparayo Malampah Pasaman merusak areal persawahan warga.

Baca Juga :  Pro Kontra Pembangunan Irigasi, Warga PSG dan Keltan Dukung Irigasi untuk Atasi Banjir dan Gagal Panen

Pakar Geologi Sumbar Ade Edward mengatakan pasca gempa bumi kewaspadaan dan mitigasi warga harus selalu ditingkatkan.

“Berdasarkan hasil rapid assesment pasca Gempa Talamau kawasan alur banjir bandang masih akan mengalami longsor dibagian hulu dan banjir bandang di lembah aliran bagian hilirnya,” ujar Ade Edward Kamis 17 Maret 2022.

Untuk memahami warga sekitar Gunung Talamau itu early warning siytemnya hanya tanda alam saja.

Baca Juga :  Jadi Langganan Banjir, Inilah Kondisi Pencetak Kader Bangsa
Ade Edward. (dok)

“Jika mendengar suara gemuruh dihulu maka itulah sebagai erly warning yang cukup efektif, warga sebaiknya menyelamatkan diri dengan mencari lokasi aman,” ujar Ade.

Ade Edward juga mendesak para pemangku kepentingan perlu segera menetapkan dan memasang rambu-rambu daerah rawan banjir bandang susulan.

Pihak berkompeten terkait pemetaan kerawananbencanaan tengah melakukan kajian lebih rinci terhadap pemukiman yang terancam banjir bandang susulan untuk rekomrndasi apakah perlu relokasi atau bisa dimitigasi

Baca Juga :  Warga Takut Kembali ke Kajai Karena Ancaman Galodo

“Jangan sampai timbul korban jiwa banjir bandang susulan. Karena daerah bencana mencakup dua wilayah Kabupaten maka soal mitigasi ini tentu menjadi kewenangan propinsi,” ujar Ade.

Tapi kalau dibiarkan dan bencana susulan pasca Gempa Talamau dan memakan korban jiwa ini bisa dikategorikan kelalaian pemerintah.(rian)

Komentar