BIM Pecah, H-2 Sudah Tercatat 9560 Pemudik Mendarat

Ekbis, straightnews595 Dilihat

FIXSUMBAR — Hari Raya Idul Fitri sudah masuk H-2, sejak 15 April 2023 hingga hari ini tercatat 9560 penudik mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, BIM Pecah, setelah sempat dua tahun mati suri karena pandemi covid-19.

Executif General Manager Angkasa Pura II kota Padang , Siswanto menjelaskan sampai hari ini telah terjadi lonjakan penumpang yang datang ke BIM sebanyak 50 persen dan penumpang keluar bandara BIM juga terjadi kenaikan sebesar 35 persen.

“Kita sudah mendirikan Posko Monitoring arus angkutan lebaran sejak 12 April 2023 lalu dan dari pengamatan petugas di Bandara terjadi peningkatan signifikan penumpang mendarat di BIM sejak  15 April 2023 sampai hari ini, rata-rata penerbangan lebih 35 penerbangan perhari, di H-2 ini penumpang sudah mencapai angka 9.560 orang” terang Siswanto di posko monitoring BIM, Kamis 19 April 2023.

Baca Juga :  Geliat 'pakansi' Sambut Idul Fitri Merambah Ranah

Siswanto didamping Humas BIM Fendrick menambahkan telah ada usulan dari beberapa maskapai seperti Garuda, Lion Air, Citilink dan Pelita Air untuk menambah penerbangan ekstra sebanyak 10 sampai 16 penerbangan

“Bahkan antisipasi lonjakan penumpangan, informasi besok (Kamis) Maskapai Garuda akan mengoperasikan armada berbadan besar,”ujar Siswanto.

Ikut hadir pada jumpa pers tersebut Airport Manager of Lion Air Group at Minangkabau International Airport, Padang, Eko Pujianto , Kepala Kepolisian Sektor Wilayah Bandara BIM, Tanjung dan Pihak Otoritas Bandara wilayah VI Padang dan Humas Angkasa Pura (AP) II BIM Fendrick Sondra.

Baca Juga :  H+1 Lebaran, Mahyeldi Tinjau Pospam dan Poskes di Padang dan Solok

“Airline kita sudah melakukan penerbangan dari tanggal 15 April sudah di angka 39 penerbangan secara keseluruhan 80 persen adalah rute Halim dan Soekarno Hatta ke Padang. Dan kita konsen terhadap operasional Bandara dalam melayani lonjakan penumpang mudik lebaran 2023” ujar Eko.

Mengenai permasalahan yang sering dihadapi penumpang yakni keterlambatan jadwal penerbangan atau delay, Pihak Otoritas Bandara wilayah VI -Padang menegaskan bahwa hal itu terjadi biasnya di stasiun sebelumnya dan itu kebanyakan di Jakarta.

Baca Juga :  Gubernur Rakor dengan Dirlantas Polda Sumbar

“Delay itu biasa nya terjadi karena kepadatan lalu lintas di bandara Soetta dan Halim. di BIM kita sebisa mungkin meminimalisir jadwal delay tersebut dan jangan ditambah-tambahin lagi waktu delay nya. Namun tetap yang utama adalah menjaga safety dan security.”ujarnya.

Terkait keamanan bandara BIM , Tanjung Kapolsek Wil. Bandara BIM menjamin akan mengerahkan seluruh personil untuk kelancaran operasional di Bandara BIM.

“Terpenting lagi kenyamaan penggunana fasiliats BIM terus dioptimalkan, 20 unit CCTV posisi on selama operasional BIN setiap harinya,” ujar Siswanto (sis)

Komentar