Epyardi itu Arogan atau Tegas, Dia yang Demi Rakyat Siap Tempuh Resiko

FIXSUMBAR — Epyardi Asda memang sosok fenomenal di seamtaro Sumatra Barat. Dia sering disebut netizen dan elit Solok Kabupaten arogan, apa iya atau Bupati Solok itu tegas?

Soalnya sejak dilantik menjadi Bupati Solok 26 April 2021, gebrakan pembangunan dan program Epyardi Asda salah satu yang tercepat di Sumatera Barat. Bahkan demi rakyat Solok, Epyardi siap tempuh atau diterjang resiko.

Seperti postur anggaran di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di cek kembali, lalu dirombaknya, kini Ia memakai sistem Anggaran Berbasis Kebutuhan Masyarakat (ABKM), baginya, uang rakyat itu harus dirasakan oleh rakyat.

Bahkan, Epyardi Asda tipikal kepala daerah yang tak mau daerah yang dipimpinnya berjalan di tempat, gas pun diinjak Epyardi Asda.

Aksi Bupati Epyardi Asda di Puskesmas Tanjung Bingkuang yang sempat viral, berdampak besar pada pelayanan Pemkab Solok kepada masyarakat.

Baca Juga :  OTEWE Sumbar Satu Gasspool, Pendukung Mahyeldi Hengkang

Dampak dari gerak cepat itu, Ombudsman sebagai lembaga Negara yang bertugas mengawasi penyelenggara pelayanan publik mengapresiasi dengan memberikan penghargaan kepada Bupati Solok, karena menilai pelayan yang dahulunya terendah menjadi tertinggi di Sumatera Barat.

Sejak saat itu, Pemkab Solok di bawah kepemimpinan Epyardi terus mendapat penghargaan nasional dan internasional, kabupaten yang dahulunya tak dikenal kini jadi perbincangan.

Bagi Epyardi, menjadi Kepada Daerah di kampung halamannya adalah jalan pengabdian, sering dia katakan jadi Bupati di Solok ini bukan hanya tebar pesona, senyum-senyum tetapi maling uang rakyat.

Tak ingin seperti itu, Epyardi ditempa keras kehidupan, dia apa adanya, menjadi diri sendiri, dan tentunya tegas, Ia ingin mambangkik batang tarandam.

Diakui itu bukan pekerjaan yang mudah, pada 29 Oktober 2021, Epyardi Asda mencetuskan membentuk Solok Super Team (SST) untuk menyatukan semangat pegawai di bawah lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

Baca Juga :  Dicerca Manusia Anjing, Ir Bachtul: Saya tidak Bagian dari Ungkapan Bupati Solok itu

Hasilnya, dengan SST banyak akselerasi dilakukan, mulai penghargaan dari sektor pendidikan, hingga UMKM, tak kalah penting adalah dengan meningkatnya kunjungan wisatawan selama 2023, tembus 1 juta lebih wisatawan.

Karakter pemimpin Epyardi Asda semakin terlihat ketika bupati itu tampil membela masyarakatnya yang tidak mendapat keadilan, Ia berdiri terdepan membela warganya, pantang baginya warganya dilecehkan dan dimanfaatkan oleh politisi kutu busuk.

Di salah satu nagari contohnya, ada masalah tapal batas dengan salah satu kabupaten tetangga, Epyardi langsung menelfon Bupati yang bertetangga tersebut, Ia tidak ingin masyarakatnya terganggu karena tapal batas dengan daerah lain.

Bupati Epyardi juga pernah mendapat laporan terkait adanya mobil ambulance Pemkab di atu nagari digunakan untuk kepentingan pribadi, Ia mengambil sikap dengan meletakkan mobil itu di kecamatan agar berlaku adil.

Baca Juga :  Hadir di Ponpes Ringan-Ringan, Epyardi Asda: Allhamdulilllah Bisa Kumpul dengan Orang Saleh

Memimpin bagi Epyardi Asda harus tegak dan terdepan untuk masyarakatnya, demi rakyatnya risiko apapun ia tempuh,

“Saya tidak ingin manjadi manusia yang biasa-biasa, teringat kata Buya Hamka, kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup, kalau kerja sekedar bekerja kera juga bekerja,”ujar Epyardi Asda di banyak kesempatan.

Dan yang paling Ia ingat adalah pesan dari Ustad Abdul Somad ketika berkunjung ke kediamannya di Singkarak, Ustad yang disapa UAS itu berpesan, jadikan kekuasaanmu untuk membela agamamu dan kampung halaman.

“Apalagi Kabupaten Solok adalah tampek darah tatumpah, tali pusek nan ditanam, dan orang Minangkabau juga mengenal istilah tiok lasuang baayam gadang, tiok rumah gadang batungganai,”ujar Epyardi. (rmi)

Komentar