Era Keterbukaan Informasi, Mahyeldi Sebut Kiamat Pemerintahan

straightnews1725 Dilihat

Bukittinggi, — Keterbukaan informasi publik harus diterapkan sesuai aturan pasti badan publik maju. Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka Monev Informasi Publik sebut pemerintahan anti kritik maka itu kiamat pada pemerintahan.

“Jadi, personal terbuka itu pasti dia maju dan sukses, keterbukaan informasi dan mudah akses informasi tanda badan publik itu maju, kalau tetutup dan sulit diakses itu ciri negara terbelakang,” ujar Gubernur Sumbar H Mahyeldi saat menjadi pembicara utama pada Bimtek Monev Informasi Publik Kamis 7 Juli 2022 di Hotel Grand Rocky Bukittimggi.

Baca Juga :  Mahyeldi Perintahkan Reido Deskumar Rebut Agam i

Sebaliknya negara maju itu membuka diri dan memudahkan akses pada negara lain dia pasti maju.

“Komisi Informasi hadir tujuannnya untuk mensuskseskan PPID di pemerintahan daerah dan badan publik. Sudah bekerja keras Komisi Informasi tetap saja badan publik tetutup itu berarti pemerintahan daerah tidak mau maju,” ujar Mahyeldi.

Pemerintah Provinsi Sumbar ketika keterbukaan adalah keharusan maka tidak boleh anti kritik.

Baca Juga :  OPD Cuek UU KIP, Adrian: Mohon Pejabatnya Dijewer Saja Buya!!! 
Buka Monev 2022, Gubernur dan Komisi Informasi Sumbar salam gembok terbuka di hadapan peserta Bimtek Monev, Kamis 7 Juli 2022. (grp)

“Justru jika ada pihak lain tidak lagi mau memberi kritik dan solusi kepada pemerintahan maka itu kiamat bagi pemerintahan,” ujar Mahyeldi.

Tapi UU 14 tahun 2008 itu keterbukaan informasi publik kata Mahyledi tidak kebebasan informasi publik.

“Jadi informasi publik diminta publik itu harus juga ada ketentuan jelasnya, untuk apa dan keguanaannya apa, jangan sampai informasi dan dokumentasi publik tidak disalahgunakan atau dijual informasi pemerintahan kepada pihak lain,” ujar Mahyledi. (dri)

Komentar