Full Cycle Subsidi Tepat Biosolar Perlu Diterapkan di Sumatera Barat

Ekbis, straightnews493 Dilihat

FIXSUMBAR — Full Cycle Subsidi Teoat Biisolar sudah terbukti efektif saat diterapkan di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Sukses itu menbuat Satuan Tugas Pengawasan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bentukan Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) mengapresiasi Pertamina Patra Niaga.

Apresiasi disampaikan Kepala Dinas ESDM Sumatera Barat Herry Martinus yang juga Ketua Pelaksana Satgas Pengawasan BBM dan LPG pada rapat koordinasi Tim Satgas Selasa 10 Januati 2023 di Padang.

Pemprov Sumbar kata Herry, pelaksanaan ujicoba Full Cycle Subsidi Tepat Produk JBT (Biosolar) yang diselenggarakan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota cukup efektif dan akan dikaji untuk diterapkan daerah lain di Ranah Minang,

Baca Juga :  Waooo.. Adrian Tuswandi Pemain Terbaik Trofeo Cup, Hiswana Migas Juara

“Program ini, secara bertahap harus di kembangkan untuk daerah lain di Sumatera Barat. Sehingga subsidi biosolar lebih tepat sasaran. Nanti kami akan membentuk tim kecil antara tim Satgas, Pertamina dan Telkom untuk keberlanjutannya,”ujar Herry.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sumatera Barat Narotama Aulia Fazri menyebut, penerapan QR code pembelian solar di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota sudah berlangsung cukup baik,

Baca Juga :  Satgas Rafi Pertamina Ditutup: Selain BBM dan LPG aman, Pemudik Dimanjakan

“Setiap pembeli biosolar wajib bertransaksi menggunakan QR Code, apabila tidak menggunakan QR Code sampai saat ini masih dilayani dengan pembatasan 20 liter per hari,” urai Narotama.

Dari penerapan ujicoba ini, Narotama menyampaikan bahwa volume penjualan biosolar menggunakan QR Code adalah sebesar 82%, sedangkan sisa nya merupakan pembeli yg tidak mendaftarkan kendaraannya.

“Benefit dari program ini adalah kita dapat mengetahui kendaraan-kendaraan yang membeli biosolar secara terperinci, kapan membelinya, di SPBU mana, berapa volume yang dibeli, termasuk logis tidak beberapa kendaraan yang melakukan pembelian BBM JBT 200 liter/hari di SPBU yang sama setiap harinya,” jelas Narotama.

Baca Juga :  Siappp... Satgas Nataru Pertamina Siaga

Padahal kata Naro dengan 200 liter mungkin sebuah kendaraan dapat berjalan sampai 800 KM, lanjut Narotama.

“Nopol ini akan kami serahkan ke Tim Satgas Pengawasan BBM dan LPG Sumbar untuk dilanjutkan ke tim penyidik untuk ditindak lanjuti dengan penyelidikannya,” ujar Naro.(***)





Komentar