Hari Ini Seru di Pekan Nan Tumpah Hari ke 4, Rugi Nggak Menyaksikannya

Ekbis, straightnews394 Dilihat

FIXSUMBAR — Pertunjukan Pekan Nan Tumpah 2022 mengundang antusias dan decak kagum pecinta karya seniman hebat ranah Minangkabau.

Pada hari ke empat, Senin 4 Juli 2022,Pekan Nan Tumpah sebagai festival seni dwitahunan yang digagas Komunitas Seni Nan Tumpah dan sudah dimulai sejak tahun 2011, Pekan Nan Tumpah kali ini adalah penyelenggaraan keenam.

“Sejak 09.00 Wib, festival seni Pekan Nan Tumpah 2022 sudah mulai dibuka. Ada pameran yang sudah berlangsung sejak hari pertama, pemutaran film pendek dari Sani Films, kegiatan menggambar bersama dalam agenda sketchday dari Rumah Ada Seni (RAS), dan lapak baca komunitas PHP. Kemudian ada juga bazar produk UMKM, “ ungkap Tenku Raja Ganesha, Ketua Pelaksana Pekan Nan Tumpah.

Rijal Tanmenan, salah seorang kurator Pekan Nan Tumpah 2021 menjelaskan, bahwa hari ini tidak ada penampilan dari peserta tematik. Penampilan hari ini diisi oleh penampil-penampil eksibisi. Artinya garapan yang dipertontonkan oleh penampil eksebisi tidak diharuskan untuk mengacu kepada tema dari Pekan Nan Tumpah 2021.

Baca Juga :  Pekan Nan Tumpah Terbukti Jadi Ikon Karya Seniman Sumbar, 1000 Pengunjung Setiap Hari

Kemudian untuk rangkaian selanjutnya dari Pekan Nan Tumpah Pandemi Hahahihi Lain Sakit Lain Diobati  20.00 WIB, dimulai dengan kegiatan mendongeng oleh Robby W Ryodi (Obe).

“Obe adalah seorang pendongeng dan ventrilokuis Indonesia. Mendongeng semenjak tahun 2018 hingga sekarang. Merupakan ventrilokuis pertama di Sumatera Barat,” ujar Rijal.

Karyanya bersama kawan-kawan menginisiasi gerakan Mampir Dongeng, yakni gerakan mendongengkan anak-anak dengan berkeliling Sumatera Barat.

Obe pernah diundang mendongeng dalam Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) di tahun 2021 yang di selenggarakan oleh Komunitas Ayo Dongeng Indonesia.

Selaku Koordinator Lapangan Pekan Nan Tumpah 2021, Fajry Chaniago mengungkapkan, target yang disasar pertama dalam mendongeng ini adalah anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga :  Komposer Arif Rahman Hakim "Sukun" Unjuk Karya di Pekan Nan Tumpah Pandemi Hahahihi

“Namun karena kondisi anak-anak sekolah sedang libur, untuk penonton dongeng kali ini tidak sepenuhnya anak-anak sekolah.”ujar Fajri.

Penampil selanjutnya adalah Fiza Dance Company berkolaborasi dengan Sanggar Seni Cahayo Bundo. Fiza Dance Company (FDC) didirikan oleh Filhamzah pada tahun 2003. Semenjak berdirinya FDC pada tahun 2003, sebagai lembaga seni FDC memulai perjalanan seni pada tahun 2004 dan 2006 dengan event Resident Art di NAFA singapore dan NUS singapore.

Pada 2011 dan 2014 melaksanakan kegiatan pelatihan dan seni pertunjukan di Berlin – Jerman. Sanggar Seni Cahayo Bundo merupakan wadah dalam pembinaan kepada para generasi dalam memperkenalkan, mempelajari dan mengemas seni tari agar kesenian tersebut dapat terus terpelihara, layak ditampilkan dalam event-event regional nasional bahkan internasional, dapat meningkatkan mutu seni tradisi serta dapat membantu mempromosikan wisata seni budaya Propinsi Sumatera Barat. sanggar seni ini didirikan di Padang pada tanggal 16 Juli 2000.

Baca Juga :  Pandemi Hahahihi, Apa Pula Itu?

Usai penampilan dari Fiza Dance Company yang berkolaborasi dengan Sanggar Seni Cahayo Bundo, agenda Pekan Nan Tumpah 2021 dilanjutkan dengan pertunjukan musik dari band Rekaya Genetik.

“Band bergenre pop-punk ini adalah salah satu grup band asal Sumatera Barat yang personilnya rata-rata adalah mahasiswa dari kampus Universitas Negeri Padang (Padang),” ujar Fajri.

Penutupan hari keempat Pekan Nan Tumpah 2021 ini diisi oleh permainan yang apik lewat musik tradisional yang dipimpin oleh Mak Hasanawi dengan grup yang bernama Sarabi. Sarabi adalah singkatan dari Saluang Rabab Berinteraksi. Panggung Sarabi yang berlokasi di pelataran parkiran depan Taman Budaya Sumatera Barat. (adr)

Komentar