Jangan Anggap PRRI Dulu Itu Pemberontak

straightnews890 Dilihat

FIXSUMBAR —- Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dulu tidak pemberontakan kepada pemerintahan yang sah di Indonesia waktu itu.

Penekanan itu disampaikan Ketua DPRD Sumbar Supardi, PRRI adalah koreksi terhadap pemerintah pusat terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat luar ibu kota.

Hal ini disampaikan Supardi saat memberikan sambutan di depan ratusan siswa se- Payakumbuh, Senin 30 Mei 2022 di Aula Fakultas Pertanian Universitas Andalas Payakumbuh.

Selain ketua DPRD Sumbar, sebagai narasumber juga hadir Asril Caniago dan kepala dinas Sosial Payakumbuh Yuswandi.

Baca Juga :  Menhir Mahek, Supardi: Bukti Majunya Peradaban di Masa Megalitikum

Lebih jauh dikatakan Supardi dalam acara penguatan nilai kepahlawanan dan keperintisan melalui guru serta siswa, jika saja PRRI itu merupakan pemberontakan, maka semua komponen yang terlibat akan dimasukkan dalam kategori garis hitam, namun tidak untuk PRRI.

“PRRI bukan merupakan pemberontakan, melainkan protes anak negri ini atas kebijakan pusat yang melupakan daerah, sementara kita semua ikut berjuang untuk kemerdekaan, dan itu dimaklumi pemerintah pusat, sehingga PRRI tidak bagian dari pemberontakan,” tegas Supardi.

Baca Juga :  Pengukuhan ILUNI UIN, Supardi Yakin Alumni Harumkan Daerah

Pernyataan Supardi disambut tepuk riuh peserta, dan semua merasakan kalau masyarakat Sumatera Barat bukan pembangkang, melainkan cerdas dalam menyikapi keadaan.

Supardi juga dengan tegas mengatakan, kalau masyarakat Sumatera Barat sangat nasionalis dan bisa menerima perbedaan, serta sangat tolerans.

“Masyarakat Sumatera Barat atau Ranah Minang sangat tolerans, jadi kalau ada yang mengatakan kita tidak tolerans dan kurang nasionalis itu tidak, yang benar kita amat nasionalis dan tolerans,” tegas Supardi.

Baca Juga :  Keren Habis Ketua DPRD Sumbar, Supardi Cita-citakan Payakumbuh Kota Digital Pendidikan

Acara penguatan nilai-nilai kepahlawanan dan keperintisan tersebut berjalan dengan antusias para peserta, sehingga waktu berjalan tidak terasa.

Salah seorang siswi peserta Wati, mengatakan jika acara tersebut sebaiknya dilaksankan secara berkelanjutan, sehingga bisa menanamkan rasa hormat pada pendahulu, dan bisa menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Saya berharap acara seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, dan terimakasih pada pak Supardi yang telah memberikan perhatian untuk menambah wawasan kami,”ujar Siswi tersebut.(cok)

Komentar