Jangan Halu gaesss…Sawah Berjenjang Ini tidak di Ubud tapi di Jawi-jawi loh

Budaya, Ekbis, straightnews1041 Dilihat

FIXSUMBAR — Pematang sawah berjenjang waooo. Apalagi kala sawah hijau atau kuning jika tertata rapi dia akan terlihat bak lukisan.

Ke Ubud Bali, pasti itu solusi jawaban penghobi wisata, karena di situ tepampang lukisan alam persawahan tertata rapi, apalagi ada aktifitas ratusan gadis Ubud berjakan di pematang sawah, hhm bisa membentuk banyak konfigurasi cantik menjadi objek foto.

Tapi jangan halusinasi ke Ubud melulu ya gaes, nih ada Sumbar, pada area persawahan seluas 5000 hektar di Nagari Jawi-Jawi Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat memiliki, waoonya gak kalah dari Ubud di Bali Sana gaess..

Nagari Kampung Budaya Jawi Jawi ini selain jejeran sawah cantik  berjenjang juga terkenal sebagai nagari penghasil beras mutu terbaik di Sumatera Barat, memiliki 934 KK dan 4 Jorong yakni: Banda Oli, Paka Jumat, Pinang Sinawa dan Tangah Padang.

Ke Jawi-jawi itulah Tim Pemberdayaan dan Pengembangan (TP2) Desa Wisata Sumatera Barat melakukan pendampingn srhingga Jawi-jawi bisa sejajar dengan amazingnx Ubud di Bali. Tim terdiri dariRitno Kurniawan , Mona Siska, Deded Saugia berkesempatan mengeksplor dan mengunjungi nagari tersebut dalam rangka Pendampingan Desa Wisata yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat.

Ritno mengatakan tujuan pendampingan ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi unggulan agrowisata dan potensi budaya yang bisa menjadi brand wisata Kampung Budaya Nagari Jawi Jawi.

“Kita mengumpulkan kesepahaman bersama untuk membangun desa agro (Padi/ area pesawahan, perkebunan, peternakan spesifik desanya/nagarinya) dengan sentuhan pariwisata, secara bersama-sama, melibatkan CBT (community based Tourism) masyarakat dalam hal ini, pemuda, pokdarwis, kelompok tani, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kandung, pemuka masyrakat, pihak nagari (wali nagari, ketua BPN, ketua bumnag), yang nanti nya bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat,”ujar Rritno, Kamis 6 Oktober 2022.

Pertemuan tim pendamping Desa Wisata dan masyarakat dihadiri Walinagari Kampung Budaya Nagari Jawi Jawi Laswir Malin Putiah , Kepala Jorong Balai Oli Yori Fadli, Ketua Pokdarwis Beyan Putra Albar, Ketua LPM, Pemuka Masyarakat dan Ibu ibu pengrajin Batik khas Jawi Jawi. Pertemuan ini berlangsung di Balai Adat Nagari Jawi Jawi.

“Nagari kami memiliki potensi wisata budaya seperti Bararak Bajamba, Julo Julo menggarap Sawah, atraksi budaya Menangkap Belut, Mangalah Lauk dan wisata agro dengan areal persawahan yang luas menghasilkan produk beras unggulan yang rasanya “kamek” dan nikmat dibandingkan beras lain, serta perkebunan buah alpukat dll.”ujar Lazwir mengungkap potensi kamoung cantik Jawi-jawi itu.

Hamparan sawah di sini masih orisinil menjadi produk unggulan wisata agro  yang bisa ‘dijual’ untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Selain itu kita juga punya UMKM yang memproduksi batik pesona batik jawi jawi yang harganya tergantung pola design pengerjaan oleh ibu ibu yang tergabung dalam satu kelompok, ” ujar Ketua Pokdarwis Beyan.(sis)





Komentar