Jangan Tenda Pengungsian Untuk Gaya-gaya, Ade Edward: Harus Lengkapi Sarana Lainnya

straightnews1175 Dilihat

FIXSUMBAR — Warga Malampah dan Kajai serta daerah lain sekitar daerah episentrum Gempa Pasaman Barat Jumat 25 Februari 2022, kini hidup di berbagai areal pengungsian.

Tapi areal pengungsian disiapkan pemerinrah tak memadai, tenda bocor, tak ada MCK dan listrik tidak ada.

“Tadi malam sempat Sestama BNPB teriak di handphone untuk drop genset ke Malampah,” ujar Ade Edward, Selasa malam tadi juga berjibaku di Malampah Pasaman.

Ade Edward, satu dari tak seberapa pakar kegempaan di Sumbar, Ade pensiuan ASN Pemprov Sumbar saat jadi Pusdalops, dia sosok yang bertungkus tumus di gempa Sumbar mulai 2007, 2009 dan 2010.

Gempa Bumi Pasbar dianalisa Ade Edward adalah gempa dangkal keras yang korbannya sangat minim.

Baca Juga :  Sebut Lebih dari San Andreas Fault, Pakar Luruskan Pernyataan Mas Menteri

“Gempa  Pasbar itu keras dan dangkal berkekuatan 6,1 skala richter Jumat pagi di Pasaman Barat korban jiwa sangat minin,” ujar Ade Edwar usai berjibaku di daerah bencana Malampah, Rabu 2 Maret 2022.

Menurut Ade pemahaman mitigasi bencana warga di daerah episentrum gempa seperti daerah Kajai dan Malampah sangat baik.

“Waktu gempa pertama terjadi warga kekuar lalu ada gempa kedua yang merusak rumah, warga belum masuk rumah lagi, itu sebab korban minim sekali,” ujar Ade.

Gempa Pasbar itu jenis tektonik rangkaian dari patahan angola, tapi ini patahan Talamau jadi bagian dari patahan Sumatera juga.

“Tidak gempa jenis vulkanik, tapi dia bisa memicu aktifnya Gunung Merapi Talamau,” ujar Ade Edward.

Baca Juga :  Sebut Lebih dari San Andreas Fault, Pakar Luruskan Pernyataan Mas Menteri

terus soal banyaknya istilah ancaman pasca gempa Pasbar menurut Ade sebaiknya nggak usah diuberlah soal potensi bencana pasca gempa lain. Cukup menjadi konsumsi stakeholder yang diberi kewenangan oleh regulasi.

“Ini penting untuk meredam trauma korban gempa kemarin. Pejabat atau ahli jangan pakai istilah ilmiah soal. kegempaan, jangan katakan ada patahan baru pula,” ujar Ade.

Masyarakat, kata Ade Edward tahunya berada di daerah rawan gempa, nah gimana cara mengahadapinya, soal mitigasi bencana gempa Jumat pagi menunjukan warga Kajai dan Malampah, mitigasinya sudah mantap,

“Soal patahan-patahan itu cukup internal nggak usah dipublis, mesti dilakukan itu kepada masyrakat adalah perkuat dan upgrading saja pemahaman mitigasi rakyat,” ujar Ade.

Baca Juga :  Sebut Lebih dari San Andreas Fault, Pakar Luruskan Pernyataan Mas Menteri

Areal Pengungsian itu Tak Tenda Saja

Soal penanganan pasca gempa Pasbar yaalng sebaran daerah terdampak luas, Ade Edward menilai pemerintah tidak konsisten, tidak mudah mengkonsentrasikan masyakat korban gempa bumi atau bencana.

“Pengungsian tak cukup dengan tenda, harus ada sarana pendukungx MCK, listrik dan dapur umum, kalau tak bisa arahkan saja masyarakat ngungsi di depan rumahnya,” ujar Ade Edward.

Jangan dirikan tenda untuk bergaya-gaya, pastika sarana pendukung tersedia juga.

“Areal pengungsian tidak cukup tenda saja, kalau tak mampu silahkan korban mengungsi di depan rumahnya dan kuatkan dengan trauma healing mereka,” ujar Ade.(adt)

Komentar