Ke Sultra Disambut Perantau, Fadly Amran: Taraso Indak Jauh Rantau Malam Ko

Budaya, Sosial309 Dilihat

Baju Penganten Minang

FIXSUMBAR — Fadly Amran, Walikota Padang Panjang sampai di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) disambut perantau minang tergabung pada Ikatan Keluarga Minang (IKM) dengan jamuan dan ramah tamah.

“Terasa rantau jauh dakek malam ko karena dijamu makan malam oleh dunsanak minang yang merantau di Sultra ini,” ujar Fadly Amran dalam ramah tamah di RN Nusantara I Kawasan MTQ Kendari, Senin 7 Februari 2022.

Fadly Amran sendiri ke Sultra dalam rangka Hari Pers Nasional 9 Februari bertepatan dengan hari lahir Walikota Padang Panjang ini.

Baca Juga :  Dingin Padang Panjang Anies Baswedan Seruput Sekotang di Pasar Kuliner Padang Panjang

Prinsip anak minang dari kampung ketika pergi ke daerah jauh tantu mencari dunsanak. sakampung.

“Allhamdulillah malam ini perantau Minang tergabung dalam Ikatan Keluarga Minang Sultra menjamu saya dan rombongan,”ujar Fadly Amran didampingi  Asisten Iriansyah Tajung, Kadis Kominfo Padang Panjang Ampera Salim dan Kabid IKP Padang Panjang Maryulis Max.

Perantau Minang di Sultra ini sempat menorehkan sejarah peduli saat gempa Sumbar. Lewat penggalang kepedulian bisa mengmpulkan sumbangan Rp 3,5 miliar lebih. Sampai hari ini terdata perantau minang di Sultra mencapai 400 kepala keluarga.

Baca Juga :  Paparkan Inovasi IGA 2022, Wako Fadly Amran Satu-satunya dari Sumbar

Kini perantau menyambut sosok yang terkenal, tokoh muda yang brlian dan runut serta runtut bahkan Gubernur Sumbar pernah mengatakan kalau Fadly Amran pemimpin Sumbar kedepan.

“Hadir di rantau jauh dan batamu langsung jo Pak Fadly Amran sebuah kebanggaan, bagi kami,” ujar Ketua IKM Sultra Irwan Oktavi SE MM. Sambil berbagi menyaksikan profile IKM dan Walikota Padang Panjang.

Fadly pun tak datang dengan tangan kosong memenuhi jamuan dan ramah tamah IKM Sultra.

Baca Juga :  Fadly Amran Inisiasi, Kerja Sama Gebu Minang dengan Pos Indonesia Diluncurkan...

“Pak Fadly membawakan seperangkat baju, anak daro jo marapulai (penganten minang) yang diakui perantau sulit mendapatkan bahannya di Kendari,” ujar Sekretaris IKM Sultra Dasem Suardi.

Fadly Amran mengatakan baju penganten adalah conecting budaya sehingga tak putus tradisi minang di perantauan.

“Kok ketek mohon dibesarkan, karena baju penganten minang saya antar lansung ke IKM, bagi saya adalah penting menghindari putus rantai tradisi perkawinan orang minang di mana saja berada,” ujar Fadly.(adr)

Komentar