Kepala OPD Jangan Seharian Duduk di Kantor Aja

straightnews963 Dilihat

Tanah Datar — Jadi kepala dinas tingkat privibsi pastilah serroo… ruang ber AC suhu 16 derajat celcius, mobil mengkilat punya sekreatris pula.

Itu aturan fasilitasi kepala organisasi perangkat daerah  (OPD), Kepala Biro, Kepala Badan yang disebut dengan pejabat Eselon II telah memaksa mereka terkurung di menara gading jabatan.

Tapi saat Safari ramadhan di Tanjung Baru Tanah Datar, Buya Mahyeldi punya pandangan lain dan menginstruksikan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk lebih banyak menemui masyarakat.

“Jangan ngantor terus perbanyaklah berinteraksi dengan masyarakat. Selain masyarakat merasakan kehadiran pemerintah. Ini juga bertujuan untuk memastikan program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujar Mahyeldi, Rabu 13 April 2022.

“Jadi saya minta Kepala OPD tidak usah lama-lama di kantor; sering-sering dengar apa yang dimaui masyarakat. Yang lama-lama di kantor itu biar Sekretaris saja,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga :  Padang Intoleran, Supardi: Masak Sich...

Ini supaya kata Mahyeldi pemerintah benar-benar dirasakan, supaya jangan sampai urusan (pemerintah) ke mana, masalah (masyarakat) ke mana.

Menemui masyarakat, sambung Buya, juga merupakan bentuk silaturahmi. Silaturahmi, sesuai dengan ajaran agama, memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain: memperpanjang usia dan rezeki, serta memperkuat rasa kebersamaan,”ujar Mahyeldi.

Kebersamaan, adalah kunci dalam membangun daerah. Tanpa kebersamaan dan sinergi antara Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan masyarakat, tujuan pembangunan mustahil dapat dicapai.

“Saya tidak mungkin kuat (membangun daerah) sendirian tanpa dukungan Bupati/Walikota, pejabat, dan masyarakat. Begitupun sebaliknya,” ujar Buya.

Dalam konteks kebersamaan itu pula, tambah Buya, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp64,5 miliar untuk mendukung program pembangunan di Kab. Tanah Datar. Anggaran ini didistribusikan ke berbagai urusan pemerintahan seperti: Rp10 miliar untuk Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan, Rp6,9 miliar untuk Kesehatan, Rp6,9 miliar untuk Pariwisata, Rp6,3 miliar untuk Infrastruktur Jalan, Rp4 miliar untuk Peternakan, dan Rp 5,6 miliar untuk Kehutanan.

Baca Juga :  Supardi Terharu Tengok Damai Aktifitas Ramadhan di Masjid Taqwa Parak Betung

Bupati Tanah Datar diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Nusyirwan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Mahyeldi Ansharullah, Pemprov Sumbar, dan semua unsur terkait yang telah membantu Pemkab dan masyarakat Tanah Datar.

“Terima kasih untuk kunjungan dan dukungan gubernur ke Tanah Datar. Semoga ini dapat merekatkan Pemprov, Pemkab, dan masyarakat Tanah Datar. Harapan kami kunjungan ini dapat menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat guna dijadikan dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan terkait Kab. Tanah Datar di tahun-tahun mendatang,”ujarnya.

Nursyirwan dalam kesempatan itu juga memaparkan visi dan misi, program, termasuk prestasi yang telah diperoleh Kab. Tanah Datar.

“Pemkab memberi perhatian tinggi ke bidang agama. Misi kesatu kami yakni meningkatkan kehidupan beragama, salah satunya dengan memberikan insentif bagi guru TPA. Kami juga punya (program) Satu Rumah Satu Hafiz. Untuk Wisata, kami canangkan Satu Nagari Satu Event, dan banyak lagi yang lain,” paparnya.

Baca Juga :  Besok Buya Mahyeldi Hadiri Halal Bi Halal, PKS Daftat Caleg ke KPU 8 Mei 2023

Sebagaimana kunjungan Safari Ramadan sebelumnya, Gubernur dikutip dari rilis Diskominfotik Sumbar menyerahkan bantuan berbagai pihak senilai total  Rp75 juta kepada Pengurus Masjid Syuhada.

Bantuan tersebut berasal dari; Rp50 juta bantuan Pemprov, Rp10 juta bantuan PT Semen Padang, Rp10 juta bantuan Bank Nagari, Rp5 juta bantuan Komisaris Independen Bank Nagari, Manar Fuadi, dan sejumlah Alquran dari Dinas Bina Marga Cipta Karya & Tata Ruang dan Kepala Wilayah Kementerian Agaman Sumbar.

Rangkaian Safari Ramadan di Masjid Syuhada kemudian ditutup dengan penandatangan prasasti peresmian masjid oleh Gubernur Mahyeldi. “Bismillahiraahmanirrahim…,” ujar Buya Mahyeldi.(adr/dkis)

Komentar