Konferda PA GMNI Sumbar Ajang Konsolidasi Kaum Nasionalis di Sumbar

FIXSUMBAR — Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) gelar Konferensi Daerah (Konferda) Sumbar di Istana Bung Hatta Bukittinghi pada Sabtu 23 Juli 2002.

Ketua PA GMNI Sumbar Yogi Yolanda memastikan Konfrerda selain ajang konsolidasi PA GMNI Sumbar, juga terpenting adalah menjadi ajang konsolidasi kaum nasionalis di Sumbar menyambut agenda nasional 2024.

“Konferda PA GMNI dibuka langsung Ketua Umum DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Prof Arief Hidayat, Sabtu, Konferda PA GMNI Sumbar menjadi ajang konsolidasi kaum. nasionalis di Bukittinggi 23 Juli 2022,” ujar Yogi kepada wartawan di RM Sederhana, Kamis 21 Juli 2022 di Padang.

Baca Juga :  Budi Syukur, Ketua PASI Pengprov Sumbar:Lomba Lari Minangkabau 10 K Sukses

Konferda PA GMNI mengusung tema “Konsolidasi Gerakan Nasionalis di Sumatera Barat” ini untuk membentuk dan memilih kepengurusan DPD PA GMNI Sumbar yang definitif.

“Untuk PA GMNI Sumbar defenitif, ya selama ini saya dan kawan-kawan lain carateker PA GMNI. Kita pilih Bukittinggi sebagai kota konsolidasi kaum nasionalis alasan jelas historisnya, di mana dulunya Bukittinggi merupakan basis tokoh-tokoh nasional yang ikut mendirikan Republik Indonesia tercinta ini,” ujar Yogi.

Yogi menegaskan siapa saja anak bangsa dari ujung Sabang hingga Merauke tahu bahwa Ranah Minang ini adalah rumah gadangnya orang nasionalis.

Baca Juga :  Ulah Minyak Goreng, Keripik Sanjai Gurih Bisa Tinggal Kenangan

“Sejarah membuktikan bahwa tokoh-tokoh nasionalis yang ikut mendirikan negara ini bersama Bung Karno banyak lahir dari Ranah Minang, seperti Bung Hatta, Bung Sjahrir, Agus Salim, Tan Malaka dan lainnya,” ujar Yogi.

Sekaligus, Konferda PA GMNI Sabtu besok bukti dan menjadi jawaban serta bantahan atas banyak isu miring tentang Sumbar, seperti Sumbar intoleran dan Sumbar kering milenial berjiwa nasional, hingga isu Sumbar daerah tidak nasionalis.

“Alumni GMNI di Sumbar itu tersebar dengan latar belakang sosial, politik dan budaya yang berbeda-beda. Jadi di Sumbar itu potensi gerakan nasionalisnya cukup besar. Adalah salah kalau isu sebut kaum nasionalis sulit tumbuh di ranah ini,” tegas Yogi.

Baca Juga :  Rekam Jejak Penuh Prestasi, Martias Wanto Raih Gelar Doktor Kehormatan UIPM Malaysia

Dan Yogi bersama aktifis GMNI masih menyimpan optimistis bahwa Sumbar akan terus dan selalu melahirkan sosok-sosok nasionalis yang mampu menjaga nilai-nilai sejarah dan peninggalan para pendahulu.

“Serta selalu berkontribusi positif bagi masyarakat Sumbar,”ujar Yogi yang diyakini menjadi Ketua PA GMNI Sumbar defenitif hasil Konferda 23 Juli 2022.(dri)

Komentar