Konversi ke Syariah, Ini Kata Tokoh Muhammadiyah Sumbar

straightnews1492 Dilihat

FIXSUMBAR — Bank Nagari konversi ke syariah sudah ketok palu di RPUSLB era Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Gubernur Mahyeldi hanya melanjutkan saja.

Tapi, apa justru pro kontra terjadi, malah keputusna itu pun dipending ke 2023. Apa penting Bank Nagari dikonversi ke syariah, untungnya apa pula, berikut penilaian Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Solsafad kepada media ini, Senin 14 Maret 2022.

“Syariah itu kebutuhan bagi orang Sumbar dengan filosofi yang terus hidup yakni Adat Basansi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) dan syariah itu bagi orang Sumbar adalah keharusan,” ujar Solsafad.

Bahkan untuk syariahkan Bank Nagari menurut tokoh Muhamadiyah ini ternyata sudah mendapat dukungan seluruh Ormas Islam di Sumbar.

Baca Juga :  Pekan Nan Tumpah Terbukti Jadi Ikon Karya Seniman Sumbar, 1000 Pengunjung Setiap Hari

Terus mengapa Bank Nagari karena kata Solsafad bank itu milik Sumbar, dan ini penting sekali

“Kan mengubah riba ke syariah itu perintah Islam justru kalau ada yang keberatan perlu dipertanyakan ke islamannya,” ujar Solsafad..

Dari pandangan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar ini ternyata tidak ummat yang kontra atas koversi Bank Nagari ke syariah itu.

“Mungkin yang keberatan itu hanya elite saja. Justru dukungan ummat sangat positif dan ummat sudah bulat dukung Bank Nagari jadi Syariah,” ujarnya.

Baca Juga :  Genius Colek Gubernur Sumbar Soal Dana Investasi di Padang

Kapan perlu untuk.mendukung konversi itu, kata Solsafad Ormas Islam siap datangi DPRD untuk percepatan konversi itu

“Kemudian terkait pernyataan Gubernir Sumbar soal direksi tak dukung konversi syariah Bank Nagari, saya setuju sekali,” ujarnya.

Karena kata Solsafad, fungsi direksi menjalankan proses konversi ini untuk dijelaskan ke pemegang saham kalau syariah ini dan itu.

“Jangan dikoarkan kalau syariah terjadi maka deviden pemegang saham kurang itu salah direksi yang seperti itu,” ujarnya.

Dan Gubernur Sumbar untuk ganti direksi tak dukung syariah bisa saja jadikan RUPS jadi RUPSLB.

“Syariah bukan hal baru apalagi tabu dalam muamalah di sini, Sumbar itu se dunia orang tahu keislamannya kuat,” ujar Solsafad

Baca Juga :  Perintah Ahmad Syaikhu, Menangi Pileg dan Mahyeldi 2 Periode

Untuk proses konversi ke syariah Solsafad menilai Gubernur Mahyeldi sudah bekerja mensosialisasikan konversi ini baik ke Ormas Islam dan ke nasional. Gubernur pun sudah datangi Presiden dan Wapres.

“Ingat Buya Mahyeldi itu melanjutkan¬† perjuangan konversi sebelumnya sudah disahkan,” ujarnya.

Dan Konversi Bank Nagari ke syariah kata Solsafad ini tidak ada soal kepentingan Parpol dan Pemilu.

“Konversi Bank Nagari ke syariah ada kebutuhan Sumbar. Saya tegaskan Muhammadiyah total dukung konversi syariah itu,” ujarnya tegas. (adt)

Komentar