Kursi Wawako Padang Udah Berdebu Tebal, Prosesnya Drakor Kaleee…

Indeptnews, Politik592 Dilihat

FIXSUMBAR — Kursi Wakil Walikota Padang sudah berdebu tebal, habis sudah lebih setahun tak ada yang mendudukinya.

Netizen warga Padang @Isa Kurniawan lewat statua facebook-nya sudab tiap sebentar mengatakan bahwa mengisi kursi kosong Wakil Walikota (Wawako) Padang adalah keharusan dan hak konstitusi menurut regulasi yang mengaturnya.

Proses untuk mengiai kursi kosong itu dinilai banyak warga proswsnya seperti drama korea (Drakor) politik kelee..

2021 lalu PKS selaku pengusung getol mendesak Walikota Padang untuk memproses pemilihan kursi kosong ke DPRD Padang. Bahkan Buya Gubernur Sumbar yang juga Ketua DPW PKS pun telah menyurati Wako Hendri Septa untuk memproses pemilihan Wakil. Walikota Padang, itu 2021 kemari, kini???

Ketika Parpol. pengusung satu lagi PAN meneruskan keputusan DPP PAN untuk Cawwako PAN H Ekos Albar kepada Walikota Padang dan menembuskannya ke DPRD Padang, ndehh…giliran PKS pula yang nggak responsif.

Baca Juga :  Pertemuan Ketua Parpol di Padang, Osman Ayub: Ada Pembangkangan Konstitusi Biarkan Kursi Kosong Wawako

Parah lagi si Walikota sepertinya tak niatan pula untuk mencari sosok Wakil Walikota defenitif lewat pemilihan DPRD Padang.

“Kayak drama korea (Drakor) aja, seperti nggak kepingin kursi kosong itu ada yang mendudukinya,” ungkap beberapa. warga Padang yang geleng-gepeng kepala Minggu 6 Maret 2022 pagi di sebuah warung kopi di kawasan Padang Baru Kota Padang.

PKS menurut analisa berbagai pihak memang kayaknya tak mau mengusulkan calon yang telah diputuskan yaitu Ust Mulyadi Muslim ke Walikota Padang supaya diteruskan ke DPRD Padang.

“Kok diberikan saja, dalam prosesnya koalisasi itu harus diawali pertemuan petinggi Parpol koalisi dulu, apa ini sudah terjadi antara PAN dan PKS?” ujar Pemerhati Sosial Masyarakat Ilhamsyah Mirman saat berdialog dengan media ini beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Atas Perintah Hendri Septa, Andree Algamar Serahkan Nama Cawawako ke DPRD Padang, Siapakah Itu???

Munculnya Ekos Albar semestinya PKS dan Walikota nggak perlu harus sungkan. Ekos Albar itu petinggi di DPP PAN artinya senior dari Walikota yang kini Ketua DPD PAN Kota Padang pula.

“Pastilah tak ada keinginan Ekos untuk maju di Pilkada Padang 2024 dan menjadi rivalitas Hendri Septa. Ekos saat putusan DPP keluar, dia hanya untuk menjalanan perintah Ketum Zulkifli Hasan saja,” ujar Isa Kurniawan.

Owner media online www.forumsumbar.com ini juga geli melihat PKS yang kalah sebelum bendera start dikibaskan.

“Kok takut kalah sih, PKS itu Parpol besar loh di Padang. Peta suara di DPRD Padang besar dari kursi dipunyai PAN, adalah aneh kalau belum berlaga di arena pemilihan DPRD sudah nyerah duluan,” ujar Isa.

Tapi dari banyak pihak mengatakan ada benar PKS tak mau ajukan calon yang sudah diputuskan PKS. Dan tepat pula Wako Padang enggan memprosesnya.

Baca Juga :  Hendri Septa Gagal Kawal Kebijakan DPP PAN

“Kalau saat ini lawan politik PKS itu satu walikota saja, tapi kalau terjadi pemilihan Cawawako dan calon PKS kalah, jadi dua sosok lawan PKS di Pemilu 2024 nanti di Padang Walikota dan Wakil Walikota. Itu kalkulasi politik kedepan, kursi banyak PKS saat ini bisa mengkerdil,” ujar warga lain menimpali.

Walikota juga malas. karena sendiri dan single fighter jadi pimpinan kota nyaman bagi dia.

“Plus minus kinerja semua mata dan kamera menyorot kepada Pak Hendri,” ujar yang lain.

Ketua DPW PAN Indra Dt Rajo Lelo menegaskan tugas menjalankan amanah dan menjawab apresiasi warga kota, PAN sudah selesai. (rian)

Komentar