Launching Klinik Konstruksi di Tanah Bencana

Opini, straightnews2617 Dilihat

Oleh : Ilhamsyah Mirman (Founder Ranah Rantau circle)

JANJI Allah SWT itu pasti, akan ada hikmah pada setiap kejadian di muka bumi, terutama bagi kita yang mau cermat membaca fenomena dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

Demikianlah, gempa yang menghoyak wilayah Pasaman dan Pasaman Barat berdampak luar biasa bagi masyarakat. Nyaris seluruh tempat tinggal, terutama berbahan baku bata dan dinding plester, terjungkal oleh hentakan gempa tektonik 6,2 skala richter (SR) diupgrade BMKG 6,1 SR pada Jumat 25 Februari 2022.

Dampak parah Gempa Patahan Talamau itu terasa dan kentara terlihat di wilayah Mudiak Simpang, Pasa Lamo dan Timbo Abu.

Duka tak terkira inilah yang menjadi peletup semangat para pejuang kemanusiaan untuk berbagi ilmu dan juga materi meringankan beban sesama.

Dua pekan jelang bulan Ramadhan, waktu yang tepat untuk berzikir dan berdoa, justru mereka masih berkutat di bawah tenda pengungsi. Tumplek bersama.

Baca Juga :  Jawab Kebutuhan Warga, HM Tauhid Luncurkan Ambulance

Bertemankan dinginnya malam, bermandi keringat panasnya siang, berkuyup gigil tetesan air hujan. Di tiga pekan ini hampir tiga ribuan keluarga, yang seluruhnya keluarga ‘kita’, nyaris bernasib sama. Menggayut tanya di hati, mungkinkah hari raya Idul. Fitri mereka korban gempa bumi itu bisa di rumah sendiri.

Maka Ranah Rantau circle (RRc) bersama Pusat Studi Bencana (PSB) Unand yang ‘legendaris’ dan Politeknik Negeri Padang (PNP) untuk ‘buka lapak’. Bertajuk Klinik Konstruksi, kegiatan diawali pelatihan bagi tukang dan warga yang akan memperbaiki rumahnya sendiri.

Aksi lanjutan program stimulus hunian sementara (Huntara) ini berfokus pada pengenalan efek gempa terhadap kondisi bangunan dan peningkatan pengetahuan warga yang cukup banyak memiliki ‘skill’.

Sungguh trenyuh melihat kondisi rumah tinggal rusak di sekujur sudut akibat kealpaan atau ketidak tahuan tukang setempat

Didukung Persatuan Isteri Karyawan PLN, Dinas Perkimtan Sumbar, DPD IKA USU Sumbar, DPP IKA Unand dan KOGAMI, kolaborasi ini akan dilaksanakan Minggu 20 Maret 2022 di jorong Timbo Abu pukul 10.00 WIB.

Baca Juga :  Ini Curhatan Emak-emak Korban Gempa Kepada Wagub Sumbar

Menampilkan narasumber kaliber nasional, Dr. Ir. Febrin Anas Ibrahim, dari Pusat Studi Bencana (PSB) Unand, rencananya akan dihadiri Bupati Pasbar, Bapak Hamsuardi. ‘Akan kami sampaikan ke Pak Bupati’, ucap Kabag Humas dan Protokol Bapak Asril.

Koordinasi antar pemangku kepentingan jadi kata kunci keberhasilan program. Untuk tingkat propinsi arahan teknis dan komunikasi intens dilakukan dengan Kadis Perkimtan, ibu Rifda Suryani.

Di pelatihan angkatan pertama yang akan di ikuti peserta dari kenagarian Kajai, selain teori, para peserta akan langsung menjalankan praktek perbaikan menggunakan metoda kawat anyam di dua rumah contoh.

Cara perbaikan ini telah diterapkan di berbagai lokasi bencana di tanah air, termasuk paska gempa dan likuifasi di Palu, Sulawesi Tengah. Seluruh bahan baku yang diperlukan, seperti semen, pasir dan kawat anyam telah disiapkan, yang berasal dari sumbangan organisasi sponsor.

Baca Juga :  Jawab Kebutuhan Warga, HM Tauhid Luncurkan Ambulance

Hasil dari pelatihan inilah cikal bakal peningkatan keahlian bertukang ditengah masyarakat. Mereka akan menjadi pelopor rehab swadaya sekaligus melanjutkan pembangunan Pondok Transisi Mandiri (PTM) menuju Pasbar Tangguh Mandiri (PTM).

Dengan ‘menggeber’ kedua program, rehab dan pembuatan ‘PTM’, diharapkan kepedulian pada hunian ramah gempa dapat tersosialisasi ditengah masyarakat. Ditangan para tukang dan pelaksana konstruksi dilapanganlah pesan untuk keselamatan publik efektif penerapannya. Muaranya tentu kenyamanan dan keamanan hunian yang akan digunakan.

Seraya menggamit seluas mungkin khalayak, target ‘seribu’ rumah jelang hari raya rasanya bukan hanya mimpi.

Berbekal semangat kolaborasi, Legenda Bandung Bondowoso dan Tangkuban Parahu sedang di ukir pada era pasca pagebluk di bumi Pasaman ini.

Maka jangan sampai ketinggalan pula berlomba berbuat kebaikan, kita ber’doncek’ di momen terbaik untuk berkontribusi. Inshaa Allah.(opini)





Komentar