Maaf Kami Manggaduah Sahur Bu Net dam Keluarga

Indeptnews, Sosial682 Dilihat

FIXSUMBAR — Gubernur Sumbar Mahyeldi ter-branding sendirinya dengan kegiatan sahur bersama warga miskin Itu sudah dilakukan Buya Mahyeldi sejak jadi Walikota Padang.

Setelah jadi Gubenur Sumbar Mahyeldi melanjutkan tradisi singgah sahur dan sahur bersama kaum papa.

“Maaf bu Neti telah manggaduah waktu sahur ibu dan pak Azizil,” ujar Gubernur Sumbar saat singgah sahur di daerah Parak Anau, Parupuk Tabing, Koto Tangah, Padang, Kamis 7 April 2022.

Gubernur didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Prov. Sumbar Andri Yulika, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Sumbar Irsyad, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. Sumbar Maifrizon, Anggota DPRD Kota Padang Muharlion, dan Wakil Ketua BAZNAS Sumbar Nurman Agus.

Rumah menjadi singgah sahur Gubernur Sumbar tadi rumah Azizil pensiunan  Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas), bersama istrinya Bu Nurhayati (Neti-sapaan akrabnya)

Baca Juga :  Dijamuan Makan Malam Gebu Minang, Uppss Buya Mahyledi Keceplosan...

Kini, Pak Azizil sudah tak lagi bekerja, sementara Bu Neti juga tak bisa berbuat banyak untuk membantu keluarga karena stroke dan diabetes yang membutakan kedua matanya.

Seluruh anggota keluarga; Pak Azizil, Bu Neti, anak dan menantunya, dan 3 orang cucu sudah bangun saat Tim Singgah Sahur datang. Kaget, haru, bingung, senang, dan canggung terasa saat keluarga menyilakan Gubernur dan Tim SS masuk ke dalam rumah.

Di ruang keluarga rumah, Gubernur Mahyeldi menjelaskan maksud kedatangannya dan rombongan; untuk menyantap sahur bersama dan berbincang-bincang mengenai keadaan keluarga.

Bu Neti hanya terbata dan terisak. Ia mengaku bahagia Gubernur mampir ke rumahnya yang sederhana, namun sedih karena tak mampu melihat wajah Gubernurnya dan siapapun yang datang subuh itu.

Baca Juga :  Tentang Gebu Minang, Ini Kata Mahyeldi Ansyarullah...

“Ndak nampak dek ambo muko pak Gubernur do, (nggak bisa lihat pak gubernur)” isak Neti sambil menutupi muka.

Gubernur coba menenangkan, “Ndak baa, Bu Neti. Tarimo kasih malah diizinan kami di siko. Mohon maaf  kami manggaduah waktu sahur keluarga.(Tak apa bu neti, terima kasih telah dizinkan kami sahur di sini, maaf memgganggu),” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga memotivasi Menantu Bu Neti, Mul tentang pekerjaan harianya bekerja serabutan; sesekali bekerja sebagai buruh bangunan, sesekali sebagai montir sepeda motor.

“Dulu pernah buka bengke ketek di daerah Tunggul Hitam, Pak. Dakek jembatan. Kini lah indak lai. Di rumah se lai,” tutur Mul, sapaan akrab Asri Mulyanto.

Baca Juga :  Taragak Basuo IKA Faperta Unand, Meski Beragam Tetap Kompak

Menanggapi kerja serabutan Gubernur memberi anjuran kepada Mulyanto untuk kembali membuka bengkel agar ia dapat menghidupi keluarga dengan pemasukan yang lebih stabil. Mulyanto mengakui bahwa ia memiliki keinginan untuk itu, namun terkendala modal.

“Kiro-kiro lah dulu bara modalnyo paralu. Kok alah, beko kami bantu. Kalau bisa, saran dari ambo, ndak usah manyewa tampek urang dulu. Buka di tampek awak surang dulu, jadi nda paralu mamikiaan (biaya sewa tempat),” ujar Gubernur dikutipndari rilis Diskominfotik Sumbar.

Kegiatan Singgah Sahur pagi itu diakhiri dengan penyerahan bantuan dari Baznas Sumbar senilai Rp 25 juta untuk renovasi rumah kediaman Azizil dan Neti. (dri)

Komentar