Menhir Mahek, Supardi: Bukti Majunya Peradaban di Masa Megalitikum

straightnews313 Dilihat

Limapuluh Kota, — Budaya merupakan satu dari beberapa identitas diri masyarakat yang semestinya menjadi kepribadian yang pegang teguh.

Begitu juga dengan ibadah bulan Ramadhan yang dilakukan saat ini pada dasarnya juga budaya masyarakat melatih diri pada kebaikan hidup di Nagari Baruah Gunuang. Dan orang lain akan selalu menghargai budaya yang hidup ditengah-tengah masyarakat daerah tersebut.

Ini disampaikan Tim III Safari Ramadhan Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) dipimpi Ketua DPRD Sumbar rombongan Ketua DPRD Sumbar Supardi, SH di Masjid Raya Syekh Ahmad Baruah Gunuang, Kecamatan Bukit Barisan Kabupaten Limapuluh Kota, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Ketua DPRD Sumbar mengatakan untuk membangkitkan dunia kepariwisataan Sumatera Barat, Menhir Mahek merupakan sebuah situs budaya masa lalu yang tentunya akan menjadi perhatian dunia Internasional.

Baca Juga :  Rahmat Saleh Tinjau Abrasi Pantai Air Manis

“Menhir Mahek zaman Hindu dalam penelitian banyak orang menyatakan telah ada lebih dari 4000 Menhir di nagari Mahek. Menhir adalah bebatuan tempat makam 500 sebelum Masehi yang menandakan Mahek telah menjadi metropolis pusat perkembangan kemajuan peradaban pada masa megalitikum minimalnya di pulau Sumatera,”ujar Supardi.

Supardi juga menambahkan, jika tidaklah sama tentu akan sama keberadaan menhir Mahek setara banyaknya dengan ribuan menhir-menhir berupa ribuan Menhir tempat pemujaan yang diperkirakan didirikan 1500 SM oleh manusia pra sejarah, di Gunung Padang, Desa Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat dimasa megalitikum 1500 tahun sebelum Masehi.

“Kita sedang mendorong kawasan Mahek menjadi lokasi wisata budaya terpopuler di Sumatera Barat, sebagai kunjungan wisata dunia. Baik sebagai penelitian, pembelajaran budaya dalam perkembangan peradaban dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Pro Keterbukaan Informasi, Mahyeldi Takjub Pokcadi

Kenapa Mahek ?, kebudayaan dan peradaban merupakan identitas dari perkembangan dinamika masyarakat dalam kepribadian, kecerdasan dan kebaikan memajukan kehidupan orang minang.

“Wisata kebudayaan itu, tentunya menguatkan jatidiri sebagai orang minang yang berfilsafat Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah, alam takambang jadi guru. Konsep yang menjaga kelestarian alam dan budaya yang kuat, menjadikan daya tarik kunjungan wisata, menghargai keberadaan masyarakat minang itu sendiri dalam peradabannya” ungkap Supardi.

Ia juga katakan silaturrahmi hari ini adalah berkah Allah SWT. Malam yang penuh berkah mensuport kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dimana Tahun 1980 akhir belum ada listrik, 4 tahun yang silam pernah melakukan kunjungan tapi kondisi tidak bagus jalan hari ini.

Baca Juga :  Kepala OPD Jangan Seharian Duduk di Kantor Aja

“Nagari Baruah Gunuang ada pengolahan tembakau yang terbaik, daerah bukit barisan ini kaya dengan produk argo tanaman buah yang produknya sangat baik. Saat dari keluhan masyarakat butuh solusi soal pemasaran, baik dari pemerintah kabupaten dan provinsi, insya Allah akan kita bahas dengan OPD terkait,” kata Supardi.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD sebagai Ketua Tim II Safari Ramadhan Pemprov Sumbar menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan masjid sebesar Rp. 50 Juta dan juga ada bantuan CSR dari Bank Nagari Rp. 10 juta seperti dikutip. rilis humas DPRD Sumbar, Minggu 9/4-2023.

Ikut mendamping rombongan, utusan DPM PTSP, Mewakili Sekwan Kabag Persidangan, Kabag Kesra Biro Bintal Setdaprov, Humas DPRD Sumbar, Mewakili Dirut Bank Nagari. (ck)

Komentar