Ndehhh… Gugat Transparansi SDIT, Anaknya Diancam Dikeluarkan dari Sekolah

straightnews1074 Dilihat

Padang, — Ryantoni hanyalah wali murid sebuah sekolah dasar Islam, tapi tekadnya untuk mengupak transparansi di SDIT Cahaya Hati Bukittinggi tak terbendung.

Walau karena perjuangannya untuk transparansi, tiga anak Ryantoni di SDIT itu diancam dikeluarkan di sekolah tersebut, ndeehhh.

“Surat peringatan sekolah deadlinenya 21 April 2024.  isinya tiga anak saya sekolah di SDIT itu mau dikeluarkan dan dihapus dari data Dapodik. Apa hubungannya, saya berjuang untuk tranparansi kok sasaran tembak sekolah ke anak saya,”ujar Ryantoni pada sidang Sengketa Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Komisi Informasi (KI) Sumbar, Selasa 12 April 2022 di ruang sidang kantor KI Sumbar.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Komisioner Nofal Wiska dan anggota majelis Tanti Endang Lestari dan Adrian Tuswandi. Ryantoni selaku pemohon, meminta kepada Ketua majelis komisioner untuk melaksanakan sidang kedua sebelum 21 April.

Baca Juga :  Sengketa Informasi Publik Syarif Isran dan Pemkab Agam Damai

“Mohon saya pak ketua, supaya sidangnya digelar sebelum deadline surat peringatan dari sekolah yang akan keluarkan tiga anak saya,” ujar Ryantoni.

Ketua Majelis Nofal Wiska merespon dan meminta Panitera Pengganti untuk menghadirkan termohon dari registter 10/KI-SB/2022 yaitu ynag tahu soal pendanaan sekolah dasar.

“Panitera mohon digelar sidang agenda pemeriksaan awal lanjutan pada minggu depan. Dan mohon hadirkan pejabat yang mengusai persoalan sengketa informasi aquo seperti dari Dinas Pendidikan, juga Kepala Sekolah SDIT Cahaya Hati,” ujar Nofal.

Anggota Majelis Komisioner KI Sumbar Adrian Tuswandi menilai sengketa informasi diajukan Ryantoni adalah sesuatu yang pas terkait keinginan untuk tranparnasi.

“Tak ada yang sulit atas permohonan informasi pemohon kok, dua tiga lembar ketas di tandatangani pejabat berwenang terpenuhi keinginantahuan pemohon. Dan tak usah pula soal transparansi ini diancam mengeluarkan anak pemohon di sekolah,”ujar Adrian.

Baca Juga :  Sidang Perdana 2023, Untuk Buat Judul Skripsi, Daniel Sengketa Informasikan PN Padang

Menurut Adrian Tuswandi transparansi sulit dilakukan jika soal pungutan sekolah di SDIT Cahaya Hati Bukittinggi diduga ada penyelewengan atau duplikasi dengan dana BOS, itu baru sulit tapi kalau clear and clean why not? dan mengapa takut?,”ujar Adrian.

Senketa informasi publik diajukan Ryantoni ini menarik, Adrian mengaku dua periode di KI Sumbar baru ini sengketa yang mau mengungkap transparansi uang pungutan di sekolah.

“Agak rumit karena yang disengketakan PPID Utama Pemko Bukittinggi membawahi PPID Pembantu Diknas Pendidikan,” ujar Nofal Wiska.

Dan SDIT statusnya kata Nofal tidak pula sekolah negeri. Tapi Adrian menegaskan tidak masalah, Dinas Pendidikan itu tugas dan wewenangnya mengawasi dan membina sekolah tidak sekolah negeri saja.

“Isu transparansi uang pungutan sekolah ini seksi, PPID Utama Bukittinggi harus punya data dan dokumentasi soal ini,”ujar Adrian.

Baca Juga :  Menarik Serempetnya Soal Uang, Besok Sidang Sengketa Informasi LBH Versus Pemprov Sumbar
KI Sumbar kembali kebut Sidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Selasa 12 April 2022. (gusrik)

KI Sumbar Kembali mengkebut sidang penyelesaian sengketa informasi publik yang sudah teregister dan telah ditetapkan majelis komisionernya.

Hari ini giliran Pemko Bukittinggi duduk dikursi ‘pesakitan’ sidang sengketa informasi publik di Komisi Informasi Sumbar.

“Ada tiga register dengan termohon Atasan PPID Utama Pemko Bukittinggi dengan pemohon Rion Satya dua register dan Ryantoni satu regsiter,” ujar Ketua Komisi Informasi (KI) Nofal Wiska melalui Panitera Penggantinya Kiki Eko Saputra.

Dua register demgan pemohon Rion Satya terkait pembangunan dua kantor lurah.

“Dua register Rion itu untuk efesien dan efektif persidangan, majelis dipemeriksaan awal tadi menggabung menjadi satu register saja, sidang pemeriksaan awal lanjutan dilakukan sesegera mungkin,” ujar Komisioner KI Sumbar Adrian Tuswandi.(dri)

Komentar