Ngopi Toad bersama Wakil Rakyat Kuliti Kondisi Petani Sawit

straightnews599 Dilihat

Padang– Persoalan tandan buah segar (TBS), di Sumatera Barat khususnya Pesisir Selatan selalu dibeli di bawah harga pasar, sehingga membuat petani sawit “menangis”, dan resikonya kondisi perekonomian pemilik kebun swadaya makin terpuruk.

Demikian dikatakan Novermal Yuska anggota DPRD Pesisir Selatan dari fraksi PAN, ketika diajak ngobrol di Podcast “Ngopi Toadd” Sabtu 22/10-2022, di Mabes Veteran 50, Lantai II Padang.

Novermal juga menerangkan, sebenarnya melalui Peraturan Gubernur Sumbar pada  2020 sudah ada niat untuk mengangkat harga jual TBS, melalui kebijakan Bupati setemapat, termasuk Kabupaten Pessel.

“Coba bayangkan kalau pemilik kebun swadaya yang modalnya dari awal secara pribadi tanpa bantuan pihak manapun, tidak diperjuangkan kemakmurannya maka akan mengakibatkan masyarakat pemilik terseok dalam kondisi semakin parah,” ungkapnya, selengkapnya saksikan di youtube Toraboba Channel.

Baca Juga :  Di Podcase 'ngopi toadd' Kasatpol PP Padang Ungkap Tindakan Tegas dan Humanis

Ketika host “Ngopi Toadd” Adrian Toaik Tuswandi menanyakan, berapa luas milik petani swadaya dan berapa jowa petani kebun swat swadaya di Pessel, dengan tegas Novermal mengatakan lebih dari 41 haktar dengan setengah warga Pessel itu adalah petani sawait, ini kata Novermal harus diperjuangkan, meski presure untuk ini beragam.

“Ini bukan masalah Pesisir Selatan saja, tapi masalah Sumatera Barat, kasihan para petani, agar pemilik pabrik bisa memberikan harga wajar, jangan lagi pengumpul melakukan pula pemotongan, sementara harga juga sudah rendah dari yang lain, karena di Pessel harga sawit masih di bawah Rp. 1000, ingat saya melindungi petani tidak merugikan pengusaha,”ujarnya.

Baca Juga :  Di Podcase 'ngopi toadd' Kasatpol PP Padang Ungkap Tindakan Tegas dan Humanis

Novermal meminta agar ada regulasi tentang harga sawit, karena Peraturan Gubernur sudah jelas, ada dasar pembelian dan tidak ada pemotongan seenaknya.

“Gubernur harus mengevaluasi Peraturan yang ada, sehingga harus ada sanksi terhadap pihak-pihak yang melanggar, baik Bupati maupun Pabrik Sawit, dan ini bukan berarti membunuh pengusaha, melainkan meminta agar pengusaha berpihak pada perekonomian rakyat,” ujar Novermal.

Dia juga kembali menegaskan, apapun resiko akan tetap diterima Novirmal dan kawan-kawan di DPRD Pessel, yang penting masyarakat petani swadaya bisa mendapatkan hasil optimal, dalam menjual hasil kebunnya.

Baca Juga :  Di Podcase 'ngopi toadd' Kasatpol PP Padang Ungkap Tindakan Tegas dan Humanis

Ketika ditanya, kapan deadline dari perjuangannya, Novermal mengatakan team yang dibentuk akan memperjuangkan secepat mungkin, dan berharap bupati juga melakukan dukungan, sehingga petani makmur, daerah juga akan semakin maju.

‘”Alhamdulillah pimpinan dan anggota DPRD Pessel sepakat agar ini bisa diselesaikan secepatnya, tergantung niat kita semua untuk menyelesaikan masalah ini, yang kita awali dengan duduk bersama dengan bupati dan panik kelapa sawit,sehingga ada regulasi jelas, sehingga tidak ada lagi pemotongan dan harga dan bawah pasar,” tutup Novermal. (ck)

Komentar