Pemimpin Hebat itu Jualan Gagasan, Ini Dia Calon Ketua IAI Sumbar

FIXSUMBAR — Apoteker Syofyan disebut-sebut kandidat kuat Ketua Ikatan Apoteker Sumbar pada Konferda IAI Sumbar 19 November 2022.

Bagu Apt Syofyan menjadi calon pemimpin di era keterbukaan ini, tentu harus berani menawarkan gagasan, bahkan berani menyampaikannya ke publik luas, supaya anggota organisasi tidak seperti membeli kucing dan karung.

Itulah yang memantik, Dr. apt Syofyan, M.Farm, dosen Farmasi UNAND meski menjadi calon kuat di Konferda IAI, tetap saja semangat transparansinya dikedepankannya, Dia dengan gentlement mengungkap niat maju dan menyampaikan visi, misi dan program (VMP) ke masyarakat profesi apoteker di Sumbar.

“Assalamualaikum warahmatullah wabarakatu, Bapak Ibu teman sejawat apoteker semuanya, jelang Konferda IAI Sumbar, sebagai bakal calon ketua PD IAI Sumbar periode 2022-2026,  izinkan saya menyampaikan visi, misi dan program (VMP) saya kepada teman sejawat apoteker di Sumbar khususnya para Ketua PC IAI se Sumbar, ” ujar Sidi Syofyan biasa apt Syofyan ini disapa banyak wartawan di Padang.

Menurut Apt Syofyan, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) adalah organisasi para apoteker.

“IAI adalah rumah gadang profesi  kita sendiri, sebagai rumah tentu menjadi tempat bersilaturahim, berdiskusi dan beraksi bagi kepentingan anggota, masyarakat dan daerah serta negara,” ujar Apt Syofyan.

Bahkan Sidi Syofyan juga menjelaskan makna dari Moto atau tagline selaku Calon Ketua IAI Sumbar yaitu ‘KITA IAI BISA’.

“Yaitu: K:Kebersamaan, I:Ikhlas, T: Trust (Kepercayaan), A:Amanah (Bertanggung jawab), IKATAN APOTEKER INDONESIA, B: Bangkit, I: Inovatif, S: Sejahtera dan A: Adil, dan karena semangat itu, Saya mengajukan diri sebagai Calon Ketua IAI Sumbar periode 2022-2026, Insya Allah,” ujar Apt Syofyan.

Apt Syofyan sebagai calon pun sudah jauh hari mempersipakan gagasan yang dituangkan dalam Visi dan Misi Calon Ketua  PD IAI SUMATERA BARAT 2022-2026 yaitu:

“VISI Menjadikan IAI SUMATERA BARAT sebagai organisasi yang bangkit mengayomi dan melayani semua anggotanya menuju apoteker yang inovatif, sejahtera dan berkeadilan,” ujar Apt Syofyan.

Sedangkan Misi meujudkan Visi, Apt Syofyan telah membreakdownnya menjadi:

1. PENGUATAN ORGANISASI MENUJU KEBANGKITAN IAI (SISTEM)

Melakukan optimalisasi IAI menuju kebangkitan IAI sebagai organisasi yang kuat, mengayomi dan melayani sepenuh hati, membantu permasalahan profesional anggota serta merasa dimiliki oleh setiap anggota

“Dengan mnyiapkan program untuk misi pertama itu yaitu: a.Sekretariat didukung staf profesional, b.Optimalisai penggunaan iuran anggota, c.Transparansi dan akuntabilitas keuangan, d.Kolaborasi dan support kegiatan PC IAI dan himpunan seminat dan e. Optimalisasi peran apoteker muda/IYPG sebagai kaderisasi terdepan organisasi,”ujarnya.

2. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS KARYA INOVATIF (POPULASI)

Melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan senantiasa melibatkan semua praktisi, akademis/mahasiswa dan mitra strategis lainnya berbasis karya inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Untuk.misi pengabdian ini saya tawarkan program:a.Edukasi obat berbasis digital, b.Apoteker praktisi mengajar di PT Farmasi,” ujarnya.

3. PENINGKATAN KOMPETENSI DAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA (PERSONAL)

Melakukan upaya peningkatan KOMPETENSI anggota secara berkelanjutan melalui kegiatan pembelajaran berkualitas dengan biaya murah serta peningkatan kesejahteraan anggota yang dilandasi rasa saling asah, asih dan asuh.

” Untuk ini masuk pada Program Unggulan (Progul) : a.Seminar/pertemuan ilmiah ilmiah online gratis, b.Worskhop ilmiah/keahlian offline dengan prinsip tidak memberatkan anggota, c.Pelatihan keahlian khusus penunjang kompetensi apoteker, d.Memaksimalkan peran advokasi dalam perlindungan anggota,”ujarnya.

4. KERJASAMA YANG PRODUKTIF DAN BERKEADILAN

Melakukan Kerjasama yang produktif dengan semua stakeholder (PT, Dinkes, BBPOM, RS/Klinik/Puskesmas, Apotek, IF, PBF) dan organisasi profesi/non profesi lainnya dalam membangun anggota yang sehat dan berkeadilan

“Ini program unggulannya, adalah: a.Kolaborasi efektif dengan tenaga kesehatan dan lintas sektor lainnya, b.Entrepreneur pharmacy berbasis milenial, c.Terdepan dan pro aktif dalam isu kesehatan dan kefarmasian, dan d.Standarisasi dokumen kerjasama dengan mitra usaha,”jelas Apt Syofyan. (dri)





Komentar