Ponpes Modern Gontor Kunjungi Thawalib, Ini Kata Guspardi Gaus….

Sosial, straightnews724 Dilihat

Padang Panjang, — Ketua Pembina Yayasan Thawalib Padang Panjang, Guspardi Gaus meyambut gembira dan menyampaikan penghargaan yang luar biasa atas kunjungan rombongan keluarga besar KH Zarkasyi ke perguruan Thawalib Padang Panjang.

Menurutnya, kunjungan silaturrahmi dalam rangka napak tilas keluarga besar pendiri Ponpes modern Gontor (KH. Imam Zarkasyi) merupakan bukti nyata bagaimana hubungan emosional antara Perguruan Thawalib dan Pondok Moderen Darussalam Gontor tetap terjalin dengan baik.

“Ini adalah silaturahmi yang istimewa mempererat hubungan ponpes moderen Gontor dan Thawalib yang tidak bisa dipisahkan karena salah seorang pendiri Gontor (KH Imam Zarkasyi ) pernah belajar di Perguruan Thawalib pada tahun 1930,” ujar Guspardi, Kamis 4/8-2022.

Nama KH Imam Zarkasyi selalu lekat dengan perguruan Thawalib. Karena disamping beliau merupakan murid yang pandai sehingga menjadi santri teladan ketika belajar di Thawalib.

Selepas belajar di Thawalib KH Imam Zarkasyi melanjutkan kuliah di Normal Islam School (Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah) yang dipimpin Prof. Dr.Mahmud Yunus. Setelah menamatkan kuliah di Norma Islam School KH. Imam Zarkasyi dipercaya oleh Mahmud Yunus menjadi direktur Kweek School Muhammdiyah di Padang Sidempuan.

“Setelah itu beliau pamit untuk pulang ke Gontor untuk mengembangkan pondok pesantren peninggalan leluhurnya,”terang Politisi PAN ini.

Baca Juga :  Waduh Gubernur Jakarta Ditunjuk!!! gak bahaya tah???

Anggota Komisi II DPR RI menilai KH Imam Zarkasyi merupakan sosok luar biasa, di mana di usia yang muda beliau dengan tekat yang kuat memberanikan diri untuk pulang ke Gontor untuk mengembangkan pendidikan di tanah leluhurnya.

Barangkali KH. Imam Zarkasyi terobsesi dan mengambil pelajaran dari pengalaman Haji Abdul Karim Amrullah (Ayahanda Buya Hamka) sebagai pendiri Perguruan Thawalib yang berhasil mempelopori perubahan sistem pembelajaran di surau atau langggar dengan sistem belajar secara ‘halaqah’ berubah menjadi sistem pembelajaran modern dan dilaksanakan di kelas.

Bayangkan saja dizaman itu Indonesia masih dijajah dan kolonial Belanda juga sangat membatasi perkembangan pendidikan Islam. Haji Abdul Karim Amrullah dengan dukungan ulama Minangkabau lainnya, tampil kedepan untuk mengembangkan pendidikan pondok pesantren dengan melakukan modernisasi dan mereformasi sistem pendidikan Islam yang diterapkan di Perguruan Thawalib Padang Panjang.

Sekitar tahun 1930. Perguruan Thawalib di penuhi para santri yang datang dari berbagai penjuru Nusantara dan juga dari negara tetangga seperti Malaysia, Brunei. Thailand dan lain sebagainya.

Tentunya pengalaman pendiri Thawalib dan tokoh ulama di Minangkabau sangat mempengaruhi KH. Imam Zarkasyi membangun dan mengembangkan pondok pesantren Gontor Darussalam Ponorogo, Jawa Timur.

Baca Juga :  Guspardi Gaus : Netraliatas ASN Dukung Demokrasi Berkualitas

Di samping memakai sistem pembelajaran modern, beliau menerapkan penggunaan dua bahasa pengantar yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

“Sehingga Gontor menjadi magnet yang kuat bagi santri di seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negri untuk menuntut ilmu. Perkembangan ponpes modren Gontor memang sangat pesat dan luar biasa. Bahkan semenjak 2014 yayasan gontor juga telah berhasil mendirikan universitas Darussalam (UNIDA). Sungguh luar biasa,” ujar Guspardi yang juga merupakan ketua Majelis Pemberdayaan Pesantren dan Masjid (MPPM) ICMI.

Kedatangan keluarga besar KH Imam Zarkasyi beserta anak dan cucu beliau diharapkan dapat mempererat hubungan ukhuwwah di antara saudara tua dengan saudara muda.

Mudah-mudahan rombongan keluarga besar Thawalib juga akan melakukan kunjungan balasan ke pondok pesantren Gontor Darussalam.

“Kita berharap bisa melihat dan mempelajari model dan sistem pembelajaran serta manajemen yang diterapkan di ponpes moderen Gontor Darussalam Ponorogo, Jawa Timur. Dan insyaallah juga akan melakukan MoU antara perguruan Thawalib dengan Ponpes modren Gontor Darussalam dalam rangka pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik,”ujar Pak GG biasa Guspardi Gaus disapa di DPR RI.

Baca Juga :  Komisioner KPU Kompak Tak Hadiri RDP, Guspardi Pertanyakan Keseriusan Sukseskan Pemilu 2024

Sementara itu, Prof.Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, MA, M.Phil salah seorang putra Kiyai Imam Zarkasyi mengatakan, mereka keluarga besar Kiyai Imam Zarkasyi salah seorang pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor datang jauh jauh ke Perguruan Thawalib untuk bersilaturrahmi dan hubungan persaudaraan yang tidak akan putus.

Hamid Fahmi Zarkasyi juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Darussalam (UNIDA) Gontor, menjelaskan Kiyai Imam Zarkasyi sebagai salah seorang pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1930 an datang ke Padang Panjang untuk belajar di Sumatera Thawalib yang pada saat itu dipimpin oleh Tuanku Mudo Abd Hamid Hakim yang mengantikan kepemimpinan Syekh Abdul Karim Amrullah (ayah dari Buya Hamka).

Pada saat itu pembaruan pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia telah muncul di Padang Panjang.

“Orang tua kami Kiyai Imam Zarkasyi yang sebelumnya belajar di berbagai pesantren di Jawa Timur dan Solo, atas saran dari gurunya agar belajar di Thawalib. Karena para guru-guru Thawalib sebagian besar tamat dari Timur Tengah. Dan termasuk belajar dalam hal sistem pendidikan Islam modern yang sudah diterapkan di Thawalib,”ujarnya.(faj)

Komentar