Presiden Larang Menteri Omongin 3 Periode, Guspardi: Akhiri, Yuk Sukseskan Pemilu 2024

straightnews1070 Dilihat

Jakarta,— Anggota komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Guspardi Gaus menyambut baik dan mendukung instruksi Presiden Jokowi melarang para menterinya berbicara mengenai penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.

“Arahan dan instruksi Jokowi sudah sangat jelas dan tegas kepada jajaran kabinetnya. Sebagai pembantu presiden, para menteri harus taat dan patuh menjalankan instruksi tersebut kemudian menghentikan narasi  penundaan pemilu dan perpanjangan masa Jabatan Presiden yang telah menimbulkan kegaduhan dan polemik di masyarakat,” ujar Guspardi, Jumat 8 April 2022.

Menurutnya, masalah penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden sudah tertutup setelah Presiden Jokowi melarang Menterinya berbicara soal itu.

“Sebab polemik dan wacana kontroversial itu memang harus diakhiri dan ditutup rapat-rapat  supaya tidak terus menjadi polemik dan meruncing sehingga dikhawatirkan menimbulkan benturan di tengah masyarakat,” ujar Pak GG boasa politidi nasional asal ranah minang ini disaa berbagai kalangan di Indonesia.

Baca Juga :  Mahyeldi jadi Bagian Pembawa Tanah bersama 33 Provinsi lain di Indonesia

Legislator asal Sumatera Barat II, itu menilai arahan dan inststruksi Jokowi merupakan langkah bijak dan positif dari seorang pemimpin bangsa.

“Instruksi melarang tersebut, sdkaligus menunjukan komitmen Pak Jokowi yang patuh terhadap konstitusi. Juga harus dilihat sebagai penegasan dan melengkapi sikap Jokowi yang menolak jabatan Presiden 3 priode yang telah beberapa kali disampaikan pada waktu sebelumnya. Pernyataan dan  penegasan sikap Jokowi ini dinantikan oleh masyarakat,”ujarnya.

Saat ini fokus Pemerintah harus ditujukan memperbaiki kondisi perekonomian yang tidak baik-baik saja. Masyarakat masih menghadapi kesulitan ekonomi karena  semakin tertekan dengan kenaikan beberapa harga kebutuhan seperti, minyak goreng, BBM dan lain sebagainya.

“Banyak lagi  permasalahan di negeri ini yang perlu di perhatikan ketimbang terus menggaung kan tiga periode dan tunda pemilu yang dampaknya akan membuat kekacauan dan kegaduhan,” ujar pak GG

Baca Juga :  5 Pj Gubernur Kamis Dilantik, Guspardi Gaus Ingatkan Mendagri

Oleh karena itu mari sudahi dan stop untuk membicarakan  penundaan pemilu dan perpanjangan mas jabatan Presiden ini, karena Pemerintah dan DPR telah bersepakat hari pencoplosan pemilu itu pada tanggal 14 Februari 2024.

“Dan selanjutnya Pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu agar segera menyelesaikan pembahasan tahapan dan anggran Pemilu 2024 yang tahapannya sudah seharusnya dimulai pada Juni 2022 ini. Bagaimanapun kesuksesan penyelenggaran pesta demokrasi lima tahunan pada Pemilu 2024 mendatang harus menjadi agenda yang kita kawal bersama,”terang PakGG anggota Baleg DPR RI tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo angkat bicara soal gaduh wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024.

Presiden menyentil langsung para menterinya. Jokowi bilang, tak ingin ada lagi menteri yang bicara soal presiden 3 periode maupun pemilu ditunda. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat kabinet paripurna.

Baca Juga :  Ponpes Modern Gontor Kunjungi Thawalib, Ini Kata Guspardi Gaus....

“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, nggak. Jangan menimbulkan polemik di masyarakat fokus kepada bekerja dalam pemahaman, kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,”ujar Jokowi dikutip dari  YouTube Sekretariat Presiden, Rabu 6 April 2022.

Pasca-pernyataan Jokowi itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat tak lagi berpolemik soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden maupun penundaan Pemilu 2024.

Menurut dia, sikap Jokowi terkait isu ini sudah jelas. Presiden menyatakan akan patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Moeldoko meminta masyarakat untuk berpikir jauh ke depan. Ia tidak ingin publik berputar-putar bicara soal yang tidak produktif.(faj)





Komentar