FIXSUMBAR — Pembangunan irigasi melewati perumahan Permata Surau Gadang (PSG) berlanjut SurgaWarga Komplek Permata Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Padang mendukung adanya pembangunan saluran pembuangan irigasi Gunung Nago di wilayah RT 07 RW 01 Komplek Permata Surga dan RT 02 RW 01 Kelurahan Surau Gadang oleh Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat.
Pasalnya, sejak 2017 saluran irigasi Gunung Nago melewati drainase komplek yang ukurannya standar dan tidak tertampung dengan debit air irigasi yang juga membawa sampah dalam jumlah besar sehingga menyebabkan terendamnya jalan dan beberapa rumah warga serta hancurnya jalan yang berada di RT 07 RW 01 Komplek Permata Surga.
Sekretaris RT 07 Permata Surau Gadang Fitra Mulia mengatakan, sampah yang dibawa air irigasi itu juga membuat komplek menjadi kotor dan berpotensi mendatangkan penyakit.
Warga sudah berkali-kali melakukan gotong-royong untuk membersihkannya. Tapi sampah dan banjir tetap saja terjadi. Bahkan, sejak dua tahun lalu kami di komplek mengalami banjir dan sampah kiriman berserakan di komplek si bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
“Untuk itu kami minta kepada pemprov supaya pemnbagunan saluran irigasi Gunung Nago di RT 07 RW 01 Komplek Permata Surga dan RT 02 RW 01 yang sudah direncanakan segera direalisasikan di Komplek sehingga banjir dan sampai kiriman dapat diatasi sepenuhnya. Apalagi kelompok tani dan pemilik lahan yang dilalui pembangunan itu juga telah setuju,” ungkap Fitra.
Warga dan kelompok tani menyesalkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) menghentikan pengerukan saluran pembuangan aliran banjir dan sampah kiriman secara mendadak pada hari ini.
Hal senada diungkapkan Ketua Kelompok Tani Bujang Juaro Kelurahan Surau Gadang Zainal yang sangat mendukung pekerjaan pembangunan saluran pembuangan aliran irigasi Gunung Nago tersebut karena sejak tahun 2017 hanya berakhir di komplek Permata Surga RT 07 RW 01 Kel Surau Gadang yang mengakibatkan meluapnya air irigasi ke jalan dan sawah.
“Hal itu sangat berpengaruh pada hasil panen padi. Bahkan banyak para petani yang gagal panen karena sawah mereka selalu terendam air dan sawah juga diisi oleh sampah yang dibawa oleh luapan air Irigasi Gunung Nago,” ujarnya.
Komentar