Sebut Lebih dari San Andreas Fault, Pakar Luruskan Pernyataan Mas Menteri

FIXSUMBAR — Mas Menteri Sandiaga Uno mungkin mengapresiasi dan menyebut Georpark Silokek lebih panjang dari San Andreas Fault (Patahan San Andreas) memancing pakar untuk meluriskam

“Geopark Silokek kemungkinan adalah yang terpanjang di dunia. Mirip Geopark San Andreas Fault (patahan San Andreas) yang terkenal di California, AS, namun lebih panjang. Ini adalah potensi luar biasa ada di Sumatra Barat,” kata Sandiaga Uno dikutip bari beberapa media.

Atas perbandingan itu, Ir. Novizar Swantry (Pakar Geologis) yang juga tim Pakar TPP Desa Wisata (DEWU) Sumbar meluruskan bahwa pernyataan menteri Sandiaga Uno tersebut kurang tepat.

Novizar menyayangkan informasi tersebut karena yang lebih panjang dari patahan San Andreas (1600km) adalah patahan Sumatra (1900km) memanjang dari Lampung sampai Aceh.

“Sebaiknya pihak destinasi lebih teliti memberi informasi karena sebenarnya yang panjang tu patahan sumatera dan diberi nama “Semangko great fault,” ujar Bodal panggilan akrab Novizar.

Baca Juga :  Cubitan Harapan M Zuhrizul kepada Sandiaga Uno: Jadilah Bapak Asuh Desa Wisata Sumbar

Ahli Geologi Inisiator GeoPark Ranah Minang Ade Edward juga memaparkan bahwa dari data geologi Geopark Silokek tema geoparknya seharusnya tidak bisa dikaitkan dengan Patahan San Andrea California.

Dari data geologi indonesia, kawasan Geopark Silokek tidak termasuk dalam zona lintasan Patahan Besar Sumatera. Kawasan Geopark Silokek merupakan kawasan geologi yang didominasi batuan Kapur/Gamping yang mana keberadaannya jauh diluar kawasan Patahan Besar Sumatera (Sumatran Great Fault).

“Informasi tentang Geopark Silokek seperti yang disampaikan MenParekraf itu secara ilmiah kurang tepat, Geopark itu bersifat ilmiah sehingga harus berbasis data yang valid.” Jelas Ade

Lebih lanjut Ade menjelaskan beberapa wilayah Sumatera Barat yang melintasi zona Patahan Sumatera yaitu :Kab, Pasaman, Agam, Bukitinggi, Tanah Datar, Kab. Solok, Kota Solok dan Kab. Solok Selatan.

Baca Juga :  Maestro Entrepreneur Negeri Mas Sandiaga Ajak Santri Jadi Digitalpreneur

Dan kawasan Silokek Sijunjung tidak termasuk dalam zona Patahan Sumatera yang ada di Sumbar.

“Geopark Silokek Sijunjung sama sekali tidak terkait dengan Zona Patahan Besar Sumatera,” ujar Ade.

Sehingga Geopark Silokek tidak bisa dibandingkan dengan Patahan Besar San Andreas California. Tapi kalau rencana Geopark Singkarak yang meliputi Tanah Datar dan Solok memang sangat tepat bila disebandingkan dengan kebesaran Patahan Besar San Anderea karena Danau Singkarak adalah bagian penting dari Patahan Besar Sumatera yg memiliki panjang hampir 1900 kometer,

“Itu lebih panjang dari lintasan Patahan Besar San Andrea California yang panjangnya sekitar 1300 kilometee” tutur Ade Edward.

Sejak awal 2017, Komunitas Geopark Ranah Minang telah menginisiasi Geopark di Sumbar dan sudah diproyeksikan Danau Singkarak punya potensi kuat untuk bisa diangkat menjadi geopark yg terakreditasi sebagai Unesco Global Geopark.

Baca Juga :  Launching TVC Pariwisata, Ini Harapan Sandiaga Uno

Tema Geopark Singkarak diambil pada kejadian proses tektonik pembentukan Danau Singkarak yg terbentuk akibat proses tektonio Patahan Besar Sumatera yang kebesarannya bisa disebandingkan dengan Patahan Besar San Andreas California

“Living harmony in the Sumatran Great Fault on the Heart of Sumatra”, menurut Ade Kalau geopark kawasan Singkarak ini memang pas tepat berada pada lintasan Patahan Besar Sumatra dan sangat layak dan tepat dibandingkan dengan kebesaran Patahan Besar San Andreas.

Ade juga menjelaskan Sesar San Andreas adalah pergeseran sesar di California, Amerika Serikat, yang memiliki panjang 1.300 km. Sedangkan Sesar/Patahan Sumatera membentang sepanjang 1.900 km (dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di Selatan Lampung), membentang paralel dengan palung/zona subduksi sebagai pengaruh dari konvergensi Lempeng Eurasia dengan Lempeng Indo-Australia.(sis)

Komentar