Faktor Terjadinya Pernikahan Dini di Kalangan Remaja

Rahmi Syafia Azzahra (dok)
Rahmi Syafia Azzahra (dok)

ISU terkait tentang pernikahan dini sebenarnya bukanlah hal baru untuk di perbincangkan. Masalah ini sudah sering diangkat sebagai topik utama di berbagai diskusi.Sekalipun demikian, masalah ini selalu menarik keinginan para kawula muda untuk menelisik lebih jauh tentang apa dan bagaimana pernikahan dini. Istilah pernikahan dini merupakan istilah yang relatif kontemporer.

Dini biasanya dikaitkan dengan waktu, yakni waktu yang sangat awal. Lawan nya adalah pernikahan kadaluwarsa. Bagi orang-orang yang hidup pada awal abad 20 atau sebelumnya, pernikahan dini adalah sesuatu yang biasa dilakukan, bukan sesuatu yang dinilai tabu dan tidak penting untuk dimunculkan ke permukaan.Tren pernikahan dini hingga saat ini masih menjadi pro dan kontra. Ada juga orang tua yang menginginkan anaknya lulus sekolah, dewasa atau mapan terlebih dulu.

Ada kekhawatiran terhadap gagalnya study, cepat bercerai karena masih belum cukup umur dan ekonomi sulit disebabkan tidak bekerja. Namun anak berhak menyelamatkan dirinya dari perzinaan. Perilaku seks bebas yang dilakukan remaja modern baik dengan pasangannya (pacar) maupun dengan kekasih gelapnya menambah kasus remaja hamil di luar nikah.

Mengakibatkan tingginya proses permintaan aborsi, kasus pembuangan bayi dan lebih parah adalah menikahkan anak sebelum kandungannya membesar atau lebih dikenal MBA (married by accident).Hasil kajian yang dilaksanakan oleh BKKBN, pada tahun 2010 Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan usia muda tinggi di dunia (ranking 37) dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja.

Perempuan muda di Indonesia dengan usia 10-14 tahun menikah sebanyak 0.2 persen atau lebih dari 22.000 wanita muda berusia 10-14 tahun di Indonesia sudah menikah. Jumlah dari perempuan muda 15-19 tahun yang menikah lebih besar jika di bandingkan dengan laki-laki muda berusia 15 19 tahun (11,7%P:1,6%L). Diantara kelompok umur perempuan 20-24 tahun lebih dari 56,2 persen sudah menikah.Adapun beberapa faktor penyebab pernikahan dini terjadi. Pertama adalah faktor budaya dan tradisi. Dibeberapa budaya atau komunitas, menikah pada usia yang relatif muda dianggap sebagai norma atau keharusan.

Nilai-nilai tradisional atau norma sosial tertentu yang ditanamkan dalam masyarakat dapat mengarah pada ekspetasi untuk menikah pada     usia muda.Berkembangnya teknologi dan media sosial juga berkontribusi dalam tren menikah pada usia muda. Paparan terhadap gambaran kehidupan yang “ sempurna “ atau “ bahagia “ di media sosial dapat mempengaruhi persepsi individu tentang pentingnya menikah pada usia yang lebih muda. Terkadang, hal ini dapat menciptakan tekanan tersendiri bagi individu yang merasa perlu untuk mengikuti trend yang ditampilkan di media sosial

Faktor ekonomi juga turut berperan dalam trend menikah pada usia muda. Dibeberapa masyarakat masalah keuangan atau kondisi ekonomi yang sulit dapat mendorong seseorang untuk menikah pada usia muda. Beberapa individu mungkin melihat pernikahan sebagai cara untuk mengurangi beban ekonomi keluarga atau mencari stabilitas finansial yang lebih baik. Selain itu, dalam dinamika keluarga dan hubungan antargenerasi juga bisa menjadi bagian dari latar belakang trend menikah pada usia muda.

Perkembangan dalam interaksi antara generasi muda dengan generasi yang lebih tua, serta perubahan dalam norma keluaraga, bisa memengaruhi cara individu memandang pernikahan dan kesiapan mereka untuk melangkah kedalamnya pada usia yang relatif muda.Menanggulangi trend pernikahan di usia dini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menyediakan pendidikan yang komprehensif mengenai kesehatan sosial, hubungan serta keuangan kepada remaja dan individu muda agar mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana konsekuensi dalam menikah diusia muda.

Dan juga memberikan dukungan yang kuat dalam menyelesaikan pendidikan yang tinggi dan memberikan pemahaman yang relevan bagaimana pentingnya pendidikan yang tinggi untuk masa depan.(opini)Oleh: Rahmi Syafia Azzahra

Mahasiswa Universitas Andalas

Editor : Fix Sumbar
Banner WIES 2025 1
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini