"Pembangunan SPAM ini berasal dari Kementerian melalui program CSR. Yang menjadi tantangan adalah pembebasan lahan. Saya berharap masyarakat bersama-sama mendukung agar program ini bisa segera terealisasi," ujarnya.
Zigo menilai, menghibahkan lahan untuk kepentingan SPAM merupakan investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kalau lahan yang dihibahkan digunakan untuk pembangunan SPAM, kemudian airnya dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk masjid dan tempat berwudu, insya Allah menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir," katanya.
Selanjutnya, Zigo juga memastikan peningkatan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Sumatera Barat.
Ia menyebutkan, jika pada 2025 Sumatera Barat hanya memperoleh sekitar 826 unit, maka pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 8.471 unit. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Solok diproyeksikan menerima sekitar 280 unit bantuan bedah rumah.
Menurutnya, pemerintah juga memperbaiki mekanisme pendataan penerima BSPS. Kini setiap usulan wajib dilengkapi foto rumah yang diunggah melalui aplikasi sehingga proses verifikasi menjadi lebih objektif dan transparan."Perubahan ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Banyak evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya sehingga sistem pendataannya kini semakin baik," jelasnya.
Di akhir kegiatan, Zigo mengajak pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal seluruh program tersebut agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat Kabupaten Solok. (*)
Editor : Fix Sumbar