TANAH DATAR - Di tengah hamparan sawah dan udara sejuk Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, sebuah harapan besar mulai tumbuh. Bukan dari ladang yang menguning atau pasar yang ramai, melainkan dari rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang diperkirakan menelan investasi hingga Rp1,5 triliun.
Bagi sebagian warga, angka itu mungkin sulit dibayangkan. Namun yang mulai mereka rasakan adalah kemungkinan hadirnya kehidupan baru di nagari yang selama ini dikenal sebagai kawasan pertanian dan pendidikan di Tanah Datar.
Jika proyek tersebut terwujud, sekitar 3.000 siswa akan menempati kawasan sekolah yang berdiri di atas lahan 23 hektare. Jumlah itu hampir sepertiga dari total penduduk Nagari Tanjung Alam yang diperkirakan berkisar 9.000 hingga 10.000 jiwa.
Artinya, setiap hari akan ada ribuan orang yang belajar, bekerja, berbelanja, dan beraktivitas di kawasan tersebut.
Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, melihat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai peluang besar yang dapat mengubah wajah ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
"Insya Allah investasi Rp1,5 triliun ini dapat terlaksana dengan baik. Kehadiran Sekolah Rakyat akan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Tanjung Alam dan Tanah Datar secara keseluruhan," ujarnya.Menurut Anton, proyek tersebut bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan modern, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Warung makan bisa bertambah ramai. Usaha transportasi dapat berkembang. Rumah kontrakan, penginapan, toko kebutuhan harian hingga pelaku UMKM berpotensi memperoleh pasar baru yang sebelumnya tidak ada.
"Ini bukan sekadar pembangunan sekolah. Ini investasi jangka panjang yang akan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tanah Datar," katanya.
Pandangan serupa disampaikan Tokoh Pers Sumatera Barat, Khairul Jasmi. Menurutnya, manfaat terbesar dari proyek tersebut justru akan terlihat setelah sekolah mulai beroperasi.
Editor : Fix Sumbar


