PADANG - NVIDIA terus memperluas komitmen edukasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Tanah Air dengan menggelar NVIDIA AI Event bertajuk "NVIDIA Powers The World's AI and Yours!" di Adzkia Convention Center, Universitas Adzkia, Padang, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan edukatif ini menghadirkan jajaran pakar dan praktisi teknologi, seperti Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia Adrian Lesmono, Influencer & Praktisi AI sekaligus CEO Daunnet Media, Anjas Maradita, Direktur J-BROS Computer & Smartphone Hendri Gunawan, serta dibuka langsung oleh jajaran pimpinan Universitas Adzkia.
Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai pemanfaatan AI yang tepat guna, sekaligus menjembatani pemahaman teori dengan praktik nyata di lapangan.
"Tujuan kita di sini adalah memberikan edukasi mengenai penggunaan AI yang tepat untuk memaksimalkan potensi mahasiswa. Bukan sekadar teori, tetapi praktis untuk membangun skill yang relevan agar mereka siap masuk ke dunia kerja," ujar Adrian di Adzkia Convention Center, Selasa (29/9/2026).
Adrian menambahkan, Universitas Adzkia menjadi salah satu bagian dari rangkaian tur edukasi NVIDIA yang telah menjangkau sekitar 40 kampus di Indonesia, dan akan berlanjut ke berbagai kota besar lainnya seperti Jakarta, Medan, Surabaya, hingga Yogyakarta.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Adzkia, Dr. Alfadhlani, M.T. menyambut positif kehadiran teknologi AI di lingkungan kampus.Menurutnya, pemanfaatan AI yang bijak dapat mengakselerasi lompatan belajar serta efisiensi riset akademik bagi mahasiswa maupun dosen.
"AI sudah masuk ke dalam sisi kehidupan kita. Dalam riset atau penelitian, kehadiran AI bisa melipatgandakan kecepatan belajar. Proses studi yang biasanya memakan waktu lama bisa diakselerasi secara efisien jika memanfaatkan teknologi dengan benar," kata Dr. Alfadhlani.
Meski demikian, Dr. Alfadhlani menegaskan pentingnya regulasi akademik di tingkat perguruan tinggi agar penggunaan AI tidak menghilangkan daya kritis serta keaslian karya ilmiah mahasiswa.
Keberhasilan integrasi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari dukungan infrastruktur perangkat keras (hardware).
Editor : Fix Sumbar