Adapun Syamsul Bahri menyampaikan materi “Sinergi Orang Tua dan Guru: Paradigma Baru dan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini”. Ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pengelolaan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan anak.
“Sinergi antara guru dan orang tua diperlukan agar pendidikan di sekolah berjalan selaras dengan pengasuhan di rumah. Komunikasi terbuka, kesamaan pemahaman, dan kejelasan peran menjadi kunci dalam membangun kerja sama tersebut,” kata Syamsul.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi. Guru dan orang tua aktif mengajukan pertanyaan serta membahas berbagai persoalan terkait komunikasi, hubungan sekolah–keluarga, dan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak.
Kepala TK Mutiara Ananda, Rita, M.Pd., menyambut baik kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dosen FISIP UNAND tersebut. Ia mengapresiasi program yang memberikan kesempatan kepada guru dan orang tua untuk memperluas wawasan sekaligus bertukar pemikiran mengenai pendidikan anak usia dini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru dan orang tua untuk menambah wawasan serta memperkuat pemahaman tentang pentingnya kerja sama dalam mendukung pendidikan anak. Sinergi sekolah dan keluarga diharapkan semakin baik melalui komunikasi yang terbuka,” ujar Rita.Melalui kegiatan ini, FISIP UNAND berupaya menghadirkan kontribusi keilmuan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dosen, praktisi pendidikan, mahasiswa, guru, dan orang tua diharapkan berlanjut dalam praktik komunikasi serta kemitraan yang lebih baik untuk mendukung pendidikan anak usia dini di Kota Padang. (*)
Editor : Fix Sumbar