"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhidi yang telah berkolaborasi untuk kepentingan masyarakat. Alhamdulillah, sekitar 250 meter jalan dapat dibantu pengaspalannya. Semoga ke depan, pembangunan yang belum terselesaikan bisa kita perjuangkan bersama," kata Rafdi.
Rafdi juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi turut bertanggung jawab menjaga fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting agar hasil pembangunan dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat.
"Mari kita syukuri bersama apa yang sudah dibangun. Kita rawat jalan ini, kita jaga lingkungan, dan kita terus mendukung program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menyampaikan rasa syukur dapat bertemu langsung dengan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan warga serta peran tokoh masyarakat, mulai dari RT, RW, hingga unsur kelurahan, dalam mendorong kemajuan lingkungan.
Muhidi menegaskan, pembangunan harus dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jalan yang mulus atau fasilitas yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga hasil pembangunan dan meningkatkan kualitas kehidupan bersama.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semua atas dukungannya. Pembangunan ini membutuhkan komitmen dan kolaborasi. Kita ingin masyarakat semakin maju, baik melalui pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia," kata Muhidi.Ia menjelaskan, infrastruktur yang dibangun dengan baik diharapkan dapat digunakan dalam waktu lama. Jalan beton, misalnya, dapat bertahan hingga 20 tahun atau lebih apabila dikerjakan sesuai standar dan dirawat dengan baik. Sementara itu, jalan beraspal juga membutuhkan pemeliharaan serta penggunaan sesuai kapasitas agar tidak cepat rusak.
Meski demikian, Muhidi mengingatkan bahwa investasi pada pembangunan manusia memiliki arti yang tidak kalah penting. Pendidikan, keterampilan, dan pembentukan karakter generasi muda merupakan bekal utama untuk menyiapkan masyarakat yang lebih mandiri dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
"Kalau pembangunan fisik, kita berharap manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Tetapi membangun SDM juga sangat penting karena hasilnya menentukan masa depan anak-anak kita. Keduanya harus berjalan bersama dan membutuhkan dukungan semua pihak," katanya.
Muhidi turut mengajak para orang tua agar memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan anak-anak. Menurutnya, generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang akan menjadi penerus pembangunan pada masa mendatang, termasuk dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Editor : Fix Sumbar