Belanja Modal: Naik tajam sebesar 139,62% menjadi Rp529,42 miliar dari semula Rp220,93 miilar. Kenaikan ini difokuskan untuk mendukung pemulihan dan pembangunan infrastruktur kota.
Belanja Tidak Terduga (BTT) mengalami penurunan sebesar 39,73% menjadi Rp5,01 miliar dari semula Rp8,31 miliar.
Belanja Transfer dianggarkan sebesar Rp5 miliar (semula nol rupiah). Total Belanja Daerah secara keseluruhan bertambah sebesar Rp509,21 miilar (18,87%), dari anggaran semula Rp2,69 triliun menjadi Rp3,21 triliun.
Kemudian Penerimaan Pembiayaan ditetapkan sebesar Rp157,48 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran 2025. Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp10,77 miilar.
Dari komposisi tersebut, terdapat defisit belanja sebesar Rp146,71 miliar. Namun, defisit ini akan ditutupi sepenuhnya melalui surplus pembiayaan netto dengan nominal yang sama sebesar Rp146,71 miliar, sehingga Rancangan Perubahan APBD TA 2026 dipastikan tetap berimbang (balanced budget).Di akhir sambutannya, Wali Kota Padang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Padang atas sinergi yang terus terjalin dengan baik demi percepatan pembangunan kota. Ia berharap proses pembahasan dapat berjalan lancar sesuai estimasi waktu yang telah ditentukan.
"Kami berharap kiranya rancangan perubahan APBD TA 2026 ini dapat disetujui bersama pada 13 Juli 2026, sebagaimana yang telah dijadwalkan oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Padang. Dengan demikian, pada bulan Agustus 2026, pelaksanaan perubahan APBD ini sudah dapat kita realisasikan untuk kepentingan masyarakat Kota Padang," ucapnya. (*)
Editor : Fix Sumbar