PADANG - Anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif, S.HI menantang Pemerintah Kota Padang serius membenahi kesemrawutan Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, yang selama ini dipicu persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir.
Yusri merespons rencana Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan untuk menata kawasan tersebut, termasuk menyulap pelataran parkir menjadi sentra kuliner malam setelah para pedagang direlokasi ke blok dan petak di lantai dasar maupun lantai dua.
“Jika Pemko serius, kita juga akan serius mengawal ini. Kenapa saya tantang untuk serius, karena selama ini kesannya masih separuh hati. Beberapa kali penertiban (PKL, red), faktanya sampai kini tidak merubah keadaan,” kata Yusri, Jumat (11/9).
Ketua DPC PKB Kota Padang yang juga merupakan wakil dari Pauh dan Lubuk Kilangan itu menilai persoalan kesemrawutan Pasar Bandar Buat sudah seharusnya menjadi perhatian serius Pemko Padang.
Rencana penataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, S.STP., M.M di ruang kerjanya, Jumat (11/9).
Fizlan mengatakan, pelataran parkir Pasar Bandar Buat akan ditata menjadi sentra kuliner malam setelah para pedagang dikembalikan ke blok dan petak yang tersedia di lantai dasar maupun lantai dua.“Ya, tentunya setelah para pedagang kita relokasi kembali ke blok dan petak-petak yang berada di lantai dasar, maupun di lantai dua,” ujar Fizlan.
Menurut Fizlan, penataan tersebut sejalan dengan upaya Pemko Padang mengurai kesemrawutan Pasar Bandar Buat yang berada di sisi ruas jalan lintas utama Padang-Solok.
“Parkir dan PKL adalah dua momok yang jadi pemicu kesemrautan wajah Pasar Bandar Buat. Setelah benar-benar ditata, kita berharap tidak ada lagi PKL yang berjualan di sembarangan tempat, tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Dinas Perdagangan akan melakukan pengaspalan ulang seluruh area pelataran parkir untuk memperbaiki kerusakan ringan di kawasan tersebut.
Editor : Fix Sumbar