PADANG - Hendak meliput ke bengkel tentang maraknya kendaraan yang mogok setelah mengisi BBM jenis Pertalite, wartawan Harian Rakyat Sumbar justru ikut menjadi korban. Mobil yang digunakan untuk menuju lokasi liputan tiba-tiba kehilangan tenaga. Alhasil, tangki mobil wartawan harus di bongkar di bengkel yang banyak melayani kerusakan pada mobil pasca mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Kejadian itu menambah panjang laporan gangguan kendaraan yang terjadi setelah pengisian Pertalite di sejumlah wilayah Kota Padang dan Sumatera Barat. Di tengah keresahan pemilik kendaraan, bengkel kini kebanjiran mobil dengan keluhan serupa.
Pemilik Bengkel CIA di Kampuang Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Hendra, mengaku sudah empat hari menerima kendaraan yang mengalami gangguan pada sistem bahan bakar.
Yang membuat persoalan semakin mengkhawatirkan, menurut Hendra, ditemukan endapan putih pekat menyerupai semen pada saringan tangki dan pompa bensin (fuel pump). BBM yang dikeluarkan dari tangki kendaraan juga disebut berubah menjadi abu-abu keruh.
“Permasalahan terjadi pada bagian saringan tangki dan pompa bensin (fuel pump) yang tertutup endapan putih pekat menyerupai semen,” kata Hendra.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan kendaraan kehilangan tenaga hingga mogok. Jika kerusakan sudah parah, pemilik kendaraan harus mengganti fuel pump.“Endapan yang mirip semen ini yang membuat mobil mogok. Jika kerusakannya parah, terpaksa kami mengganti fuel pump kendaraan tersebut,” jelasnya.
Bengkel Kebanjiran, Sparepart Langka
Bukan hanya pemilik kendaraan yang dibuat repot. Bengkel juga mulai kesulitan mendapatkan komponen pengganti. Saringan bensin dan pompa bensin disebut menjadi barang yang banyak dicari karena kendaraan yang mengalami gangguan terus berdatangan.
“Rata-rata banyak mobil yang masuk bengkel saat ini mempunyai masalah tersebut. Akibatnya, saringan minyak dan pompa bensin menjadi rebutan bagi bengkel,” tambah Hendra.
Editor : Fix Sumbar