Ia menyebutkan, salah satu capaian yang patut diapresiasi terlihat dari pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat telah mencapai 77,27, yang menempatkan Sumbar pada peringkat keenam tertinggi secara nasional.
Sementara itu, tingkat kemiskinan Sumatera Barat pada Maret 2026 tercatat sebesar 5,27 persen. Adapun Indeks Gini berada pada angka 0,285, yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan yang relatif rendah.
"Capaian itu patut kita syukuri. Namun sesuai dengan semangat untuk terus tumbuh, kita masih menghadapi tantangan," tegas Muhidi.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan rumah masih perlu menjadi perhatian bersama.
Pertumbuhan ekonomi harus terus didorong agar mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih luas. Di sisi lain, pemerataan pembangunan antarwilayah juga masih perlu diperkuat.
Persoalan kemandirian dan kapasitas fiskal daerah, lanjutnya, juga menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui kebijakan yang tepat dan terukur.
Karena itu, Muhidi menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri."Capaian hari ini bukan titik akhir. Capaian adalah pijakan untuk melangkah lebih jauh," ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-81 dapat memperkuat semangat seluruh elemen daerah untuk melanjutkan pembangunan dengan berpedoman pada keteladanan para pendahulu, sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Peringatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan Sumatera Barat yang semakin maju, merata dan sejahtera.
Editor : Fix Sumbar