Muhidi menyebut perubahan global yang semakin cepat membuat dunia pendidikan harus ikut beradaptasi. Perkembangan teknologi, perubahan pola kerja dan disrupsi di berbagai sektor menuntut lahirnya sumber daya manusia yang fleksibel, kreatif dan mampu mengikuti perkembangan tanpa kehilangan nilai-nilai dasar.
“Kita membutuhkan SDM yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, tetapi jangan sampai terbawa oleh perubahan. Ini menjadi tugas penting dunia pendidikan,” katanya.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia juga harus didukung oleh kualitas manusia yang mampu mengelolanya. Jika sumber daya manusia memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, potensi yang dimiliki daerah maupun negara dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi.
Di sinilah, kata Muhidi, pendidikan memegang peranan penting.
Ia berharap para guru PPPK terus meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat keteladanan dalam menjalankan tugas. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi contoh bagi peserta didik dalam sikap, disiplin dan kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Guru harus mampu memberikan keteladanan dan menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bekal anak-anak menghadapi masa depan,” tegasnya.Melalui peningkatan kompetensi guru, Muhidi berharap kualitas pendidikan di Sumatera Barat semakin kuat dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta pembangunan bangsa.
“Guru hari ini sedang menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Karena itu, tugas seorang pendidik adalah tugas besar yang harus dijalankan dengan ilmu, keteladanan dan keikhlasan,” pungkasnya. (*)
Editor : Fix Sumbar