Menurutnya, dalam kondisi darurat, data resmi yang presisi merupakan instrumen penting untuk menangkal disinformasi. Informasi resmi yang cepat, akurat dan mudah diakses akan membantu membendung arus hoaks serta narasi menyesatkan yang berpotensi berkembang di media sosial.
“Dalam kondisi darurat, informasi resmi menjadi sangat vital. Data yang presisi diperlukan untuk membendung hoaks dan narasi penyesatan di media sosial,” ujarnya. (*) Editor : Fix Sumbar