Ia turut menampung masukan warga mengenai material yang digunakan dalam pembangunan sabo dam. Menurutnya, masukan masyarakat perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan setempat.
Zigo berharap pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari target kontrak apabila kondisi pelaksanaan memungkinkan. Meski demikian, percepatan tetap harus memperhatikan standar keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Dalam peninjauan itu, Zigo menerima informasi bahwa progres salah satu titik telah mencapai sekitar 90 persen. Sementara itu, progres pada titik lainnya bervariasi, mulai dari lebih dari 80 persen hingga sekitar 35 persen.
Terkait pendanaan, Zigo menyebut alokasi anggaran sekitar Rp96 miliar pada tahun ini dan sekitar Rp115 miliar pada tahun berikutnya. Rincian total anggaran dan alokasi tahunan tersebut masih perlu disesuaikan dengan data resmi proyek.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Yogi Pratama dan Zuldafri Darma, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi.Pembangunan sabo dam di kawasan aliran Gunung Marapi diharapkan mendukung pengendalian sedimen dan material lahar. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana bagi masyarakat di wilayah terdampak. (*)
Editor : Fix Sumbar