KUPANG - Senator Republik Indonesia asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan bahwa warisan terbesar seseorang bukanlah jabatan atau pencapaian pribadi, melainkan manfaat yang terus dirasakan orang lain.
Pengabdian yang menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat, menurutnya, akan tetap bermakna jauh melampaui usia dan masa jabatan.
Pesan tersebut disampaikan dalam peluncuran buku biografi Diberkati untuk Memberkati, yang menandai ulang tahun ke-70 sahabatnya, Senator Abraham Paul Liyanto, di Universitas Citra Bangsa (UCB), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/10/2026).
Perjalanan hidup Abraham menjadi salah satu gambaran nyata tentang bagaimana perjuangan dapat mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.
Berasal dari keluarga sederhana di Kuanino pada era 1970-an, Abraham muda harus bekerja keras untuk membiayai kuliah dan kehidupannya.
Ia pernah berjualan kue, minyak tanah, rokok ketengan, memikul drum air, hingga terlibat langsung dalam proyek pembangunan ketika masih berstatus mahasiswa.Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya hingga dikenal sebagai tokoh yang berkontribusi bagi pembangunan NTT.
“Perjalanan hidup Abraham mengajarkan kita bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari cita-cita. Yang menentukan adalah kemauan untuk terus berjuang, membangun diri, dan menggunakan keberhasilan itu untuk membantu orang lain,” ujar Ketua DPD RI ke-2 tersebut.
Dalam sambutannya, Irman juga menguraikan makna nama sahabatnya. Abraham mencerminkan jiwa kebapakan yang menuntun generasi penerus, Paul melambangkan kerendahan hati untuk tetap membumi, sementara Liyanto menjadi simbol jejak pengabdian yang menghadirkan harapan bagi generasi muda dan masyarakat.
Selain perjalanan personal, mantan Ketua DPD RI dua periode itu menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan dan keadilan antarwilayah. Ia mengingatkan bahwa kemajuan Indonesia tidak boleh hanya terkonsentrasi di daerah tertentu, sementara wilayah lain tertinggal dalam memperoleh kesempatan dan pelayanan dasar.
Editor : Fix Sumbar