“Pembangunan tidak boleh menganakemaskan satu daerah dan menganaktirikan daerah lain. Setiap wilayah berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju,” tegasnya.
Prinsip tersebut pula yang mendasari langkahnya ketika memimpin DPD RI periode 2009–2016 untuk membangun kantor perwakilan DPD RI di tiga wilayah Indonesia.
Kupang dipilih untuk mewakili kawasan timur, tidak terlepas dari perjuangan Abraham Liyanto. Peletakan batu pertama pembangunan kantor tersebut dilaksanakan pada 15 Juni 2011.
Persahabatan keduanya telah terjalin sejak sama-sama berkecimpung di dunia usaha melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin), hingga kemudian berjuang bersama di Senayan.
Dari perjalanan itu, Abraham dinilai sebagai sosok entrepreneurial senator—seorang senator berlatar belakang kewirausahaan yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi peluang nyata bagi kemajuan daerah, baik di tingkat nasional maupun dalam berbagai forum internasional.
Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah itu kemudian menekankan bahwa warisan yang paling berharga bukan semata-mata sesuatu yang dapat dilihat secara fisik, melainkan perubahan yang terus dirasakan masyarakat.
“Gedung akan menua, jabatan akan berakhir. Tapi seorang anak NTT yang mendapat pendidikan, seorang pemuda yang memperoleh keterampilan dan pekerjaan, serta keluarga yang tertolong karena pelayanan kesehatan. Itulah warisan yang manfaatnya dapat melampaui usia kita,” ujarnya.Makna Diberkati untuk Memberkati, lanjutnya, mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semestinya berhenti pada pencapaian pribadi. Keberhasilan itu perlu diteruskan menjadi kesempatan, pengetahuan, dan harapan bagi orang lain.
Karena itu, ia mengajak generasi muda NTT, khususnya mahasiswa UCB, agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi dan berjuang.
Lebih lanjut, Irman menegaskan bahwa kisah Abraham akan menjadi inspirasi bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkarya, dan memberi kontribusi bagi masyarakat.
Editor : Fix Sumbar