KERINCI - Koperasi ALKO kembali menggelar seminar internasional tahunan bertajuk "Petani Kopi Go Global" dengan tema utama "Positioning of Indonesian Specialty Coffee in the World Trade" di Kerinci, Jambi, pada 16 Agustus 2025. Acara ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9 dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan besar yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 Agustus 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemateri dan pelaku industri kopi dari dalam dan luar negeri, seperti perwakilan pembeli kopi dari Jepang dan Rusia, Resona Bank Jepang, Root Capital Foundation dari Amerika Serikat, Malaysia Specialty Coffee Association (MSCA), serta tokoh-tokoh penting dalam negeri seperti Dubes Bagas Hapsoro, Prof. Agung Wibowo, dan tokoh-tokoh penggerak koperasi lainnya.
CEO ALKO Koperasi Alam Kerinci Suryono menyampaikan, seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan strategi pasar, tetapi juga menjadi media motivasi bagi petani untuk menerapkan praktik pertanian kopi yang organik dan berkelanjutan.
“Output dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang lebih luas kepada petani tentang pentingnya pertanian kopi yang organik dan sustainable, karena ini adalah kunci untuk menembus pasar kopi dunia yang saat ini sangat peduli pada isu lingkungan,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima, Jumat (8/8/2025).
Selain seminar, serangkaian kegiatan edukatif dan sosial juga digelar, antara lain:
* 10–14 Agustus: Sekolah Lapangan dan Tour ke perkebunan kopi ALKO bersama delegasi MSCA dan Sabani Coffee Royal (AS).* 15 Agustus: Aksi gotong royong bertajuk Petani Peduli Gunung Kerinci Bersih” bersama 12 komunitas petani kopi.
* 17–18 Agustus: Upacara kemerdekaan dan kegiatan sosial “Tukar 1 Kg Sampah dengan 1 Pcs Kopi Kerinci” di area pendakian Gunung Kerinci.
Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai secara mandiri oleh koperasi, dengan dukungan CSR dari Resona Bank Jepang dan kontribusi para pembeli kopi ALKO dari berbagai negara.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, ALKO tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pelopor kopi organik dan berkelanjutan, tetapi juga menjadikan kawasan perkebunan kopi ALKO sebagai destinasi green tourism serta solusi untuk pariwisata berwawasan lingkungan.
Editor : Fix Sumbar