Viral Video Bendera Dirobek, Kemenag Sumbar Tegaskan Tak Ada Unsur Pelecehan

Teks Foto : Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison saat melakukan jumpa pers, di Padang, Sabtu (16/8/2025). FARDIANTO
Teks Foto : Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison saat melakukan jumpa pers, di Padang, Sabtu (16/8/2025). FARDIANTO

PADANG - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terkait viralnya potongan video perobekan pinggiran bendera Merah Putih di MAN 1 Padang. Video tersebut sempat memicu polemik dan salah persepsi di tengah masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Kemenag Kota Padang serta pihak sekolah untuk menelusuri kebenaran video yang beredar.

Menurut Edison, setelah ditelusuri, kegiatan dalam video tersebut merupakan bagian dari ujian kenaikan tingkat Pramuka Bantara yang dilaksanakan pada Jumat (15/8/2025). Sebanyak 37 siswa mengikuti ujian tersebut.

“Dalam salah satu ujian prinsip ideologi, siswa diminta memahami bendera sebagai lambang negara. Saat itu diberikan simulasi untuk menyerahkan potongan bendera kepada kepala madrasah. Apabila siswa memahami aturan, tentu mereka tidak akan melakukan tindakan seperti di video tersebut,” kata Edison saat jumpa pers, di Kantor Kanwil Kemenag Sumbar, Sabtu (16/8/2025).

Karena tindakan itu dilakukan, Edison menegaskan para siswa dinyatakan tidak lulus ujian. “Kesimpulannya, mereka tidak lulus karena melakukan yang seharusnya tidak dilakukan. Kepala madrasah pun langsung menyatakan demikian,” ujarnya.

Edison juga menyampaikan, setelah dikaji secara utuh, tidak ditemukan unsur pelecehan terhadap bendera. Namun, pihaknya menyesalkan adanya potongan video yang beredar tanpa penjelasan sehingga menimbulkan salah paham publik.

“Kami sudah meminta surat resmi dari kepala madrasah mengenai kejadian ini. Kepala MAN 1 Padang juga menyampaikan permohonan maaf karena video yang beredar telah menimbulkan pemahaman keliru,” katanya.

Lebih jauh Edison menyampaikan, bahwa Kemenag akan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting untuk memperkuat pemahaman siswa terkait makna bendera sebagai lambang negara.

“Kami terus menekankan peningkatan rasa cinta tanah air dan nasionalisme bagi siswa madrasah maupun pesantren,” katanya.

Sebelumnya, potongan video yang beredar di media sosial memperlihatkan pinggiran bendera Merah Putih dirobek menggunakan pisau kater. Video ini menuai kecaman publik sebelum klarifikasi resmi dikeluarkan. (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini