Pekan Nan Tumpah 2025: Saat Seni Murni, Terapan, dan Terserah Menyatu

Teks Foto : Taklimat Peluncuran Festival Pekan Nan Tumpah 2025, di Fabriek Padang, Rabu (20/8/2025). FARDI
Teks Foto : Taklimat Peluncuran Festival Pekan Nan Tumpah 2025, di Fabriek Padang, Rabu (20/8/2025). FARDI

Sementara itu, Kurator Pertunjukan Eksibisi, Angelique Maria Cuaca, menyoroti kreativitas dari kelompok yang berangkat dari keterbatasan. Ia mencontohkan kelompok Utraveni asal Gunung Talang, Solok, yang memanfaatkan dandang sebagai instrumen musik.

“Mereka berangkat dari kondisi minim, tetapi justru mampu membangun energi rumah yang kreatif,” ujarnya sembari menyoroti Sekolah Penerbangan Nusantara yang meski berdisiplin semi-militer, tetap berhasil melahirkan karya seni.

Eksibisi juga melibatkan 10 komunitas tradisi, dari tari Mentawai hingga Tonel Sawahlunto. Festival ini bahkan menghadirkan HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) sebagai instruktur workshop seni. “Kami ingin menegaskan isu disabilitas bukan soal kasihan, melainkan soal kesempatan yang setara,” kata Angelique.

Dengan total 17 kelompok eksibisi, 16 pertunjukan seni, serta 38 pameran karya visual, Pekan Nan Tumpah 2025 menjadi ruang pertemuan berharga. Tradisi, seni modern, dan seni eksperimental bertemu dalam satu perayaan besar.

Mahatma berharap festival ini mampu melahirkan generasi baru pecinta seni di Sumatera Barat. “Seni tumbuh dari banyak arah. Saat semua suara diberi ruang, kita akan menemukan banyak kemungkinan baru,” ucapnya. (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Berita Terkait
Terkini