"Ajang ini diharapkan diikuti 2.500 peserta dari seluruh Indonesia dan mancanegara, melanjutkan trend pertumbuhan signifikan sejak edisi 2022 (500 peserta) hingga edisi 2023 (1.700 peserta), sampai hati inj pendaftaran online telah lebih 2200 pelari, kurang 300 slot yang tersedia," ujar Yv Tri Saputra.
Keterlibatan Komunitas dan Ekonomi Kreatif
MGR bukan hanya ajang lari, melainkan juga pesta kolaborasi. Komunitas pelari dari berbagai daerah ikut serta, memperkuat solidaritas lintas kota dan provinsi.
UMKM dan ekonomi kreatif lokal mendapat ruang promosi: mulai dari kuliner khas Minang seperti Lamang Tapai, Karupuak Sanjai, Rendang, hingga kerajinan tangan songket dan souvenir geopark.
"Beberapa UMKM bahkan mencatat lonjakan omzet hingga 5 kali lipat selama event berlangsung, dengan dampak berlanjut pada penjualan online pasca-event," ujar Yv Tri Saputra.
Dampak Pariwisata dan Sosial
MGR telah terbukti menjadi penggerak pariwisata Sumatera Barat.Tahun 2023, event ini ikut mendorong capaian kunjungan 8,2 juta wisatawan ke Sumbar.
MGR menghadirkan efek ganda: peningkatan hunian homestay, transportasi lokal, hingga jasa pemandu wisata.
"Lebih dari sekadar lomba, MGR menciptakan pengalaman wisata unik: pelari melewati Jam Gadang, Lobang Jepang, Janjang Saribu, hingga Ngarai Sianok, sembari berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal," ujarnya.
Editor : Fix Sumbar
