Ia juga menyampaikan bahwa korban telah mendapatkan pendampingan awal, termasuk pemeriksaan psikologis. Ke depan, kepolisian akan berkoordinasi untuk memastikan korban memperoleh trauma healing secara berkelanjutan.
Sementara itu, Esi mengungkapkan kondisi anaknya yang masih mengalami trauma berat pascakejadian. Korban sering menangis, ketakutan, dan mengalami perubahan perilaku yang signifikan.
“Anak saya trauma sekali. Kami berharap pelaku segera ditangkap supaya anak kami bisa tenang dan tidak ada korban lain,” ujar Esi dengan suara bergetar.
Sebagai bentuk kepedulian, Andre Rosiade juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban untuk membantu biaya pemulihan psikologis dan kebutuhan pendampingan anak.
Andre menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku.“Kami akan pastikan ada kepastian keadilan bagi korban dan keluarga,” pungkasnya. (*)
Editor : Fix Sumbar
