Proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan air bersih bagi sekitar 200 ribu warga, sekaligus menjawab persoalan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Respons Bencana dan Perumahan Warga Terdampak
Dalam rapat kerja bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Zigo mendorong percepatan perbaikan rumah warga terdampak bencana banjir. Ia menekankan pentingnya respons cepat negara dalam pemulihan pascabencana, terutama di wilayah rawan banjir.
Di Kabupaten Dharmasraya, Zigo juga mendorong percepatan pembangunan DAM, tanggul, dan infrastruktur pengendalian banjir, khususnya di Kecamatan Timpeh yang kerap terdampak luapan sungai.
Pelabuhan, Transportasi Laut, dan Kawasan Transmigrasi
Pada sektor transportasi laut, Zigo meninjau langsung progres revitalisasi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus. Pelabuhan ini dinilai strategis dalam mendukung aktivitas perikanan, logistik, dan konektivitas ke Kepulauan Mentawai.
Sementara itu, saat reses di Kabupaten Sijunjung, Zigo berdialog dengan warga kawasan transmigrasi Padang Tarok. Dalam pertemuan tersebut, ia menyerap aspirasi masyarakat, termasuk rencana pengembangan jaringan air bersih untuk sekitar 7.000 sambungan rumah di masa mendatang.Reses dan Pengawasan Proyek di Daerah
Mengawali tahun 2025, Zigo melaksanakan reses perorangan di Kota Solok dengan meninjau sejumlah proyek strategis, seperti jalan lingkar kota, pengendalian banjir Batang Lembang, serta revitalisasi terminal. Kegiatan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur yang dibiayai APBN.
Konsistensi di Komisi V
Editor : Fix Sumbar


