Terima Anugerah SIWO PWI, Budi Syukur Bertangan Dingin dan Bertuah

Terima Anugerah SIWO PWI, Budi Syukur Bertangan Dingin dan Bertuah
Terima Anugerah SIWO PWI, Budi Syukur Bertangan Dingin dan Bertuah

“Saya jalani dengan menikmati proses tanpa resah. Semangat mereka itu seperti darah segar yang terus mengaliri tubuh saya.”

Baginya, olahraga bukan sekadar perebutan medali, melainkan perjalanan panjang yang menumbuhkan karakter. Ia memahami beban mental seorang sprinter sebelum start, kecemasan perenang ketika gagal finis, dan tekanan pelatih dalam setiap musim kompetisi.

Karena itu, ia hadir bukan hanya sebagai ketua, tetapi sebagai penenang, pengarah, sekaligus penjaga kultur organisasi.

Warisan terbesar dari perjalanan panjang ini bukanlah jabatan yang pernah ia duduki, melainkan nilai-nilai yang ia tanam:

Pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan, hubungan emosional yang kuat antara pelatih, atlet, dan pengurus sistem yang tetap berjalan meski ia tidak lagi menjabat, generasi atlet dan pelatih muda yang tumbuh dalam kultur disiplin, organisasi yang tertata, solid, dan berorientasi prestasi

Sedikit tokoh yang namanya tetap menggema setelah masa jabatan berakhir. Namun nama S. Budi Syukur masih disebut di lintasan lari, di kolam renang, di ruang-ruang rapat, hingga di hati mereka yang pernah dibimbingnya.

Ia adalah bukti bahwa pengabdian sejati tidak membutuhkan sorotan. Ia hanya membutuhkan konsistensi, ketulusan, dan kerja yang tidak pernah putus.

Sengaja Budi Syukur Datuak Bandaro Jambak bukan hanya tokoh olahraga. Ia adalah pembina, pemimpin, dan pelayan masyarakat. Dalam setiap langkah atlet Sumatera Barat di lintasan, di kolam, di podium-selalu ada jejak kecil dari tangan yang pernah membimbing mereka.

Ia bukan hanya sebuah nama.

Ia adalah pengabdian itu sendiri.

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPSBanner Rahmat Saleh - Milad Berdaya
Bagikan

Berita Terkait
Terkini