PADANG - Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi, menegaskan bahwa Indonesia perlu diperkenalkan kepada dunia secara lebih utuh dan tidak hanya dikenal melalui citra Bali. Pandangan itu disampaikannya dalam wawancara khusus proyek internasional “Rapat Redaksi Besar Eurasia” yang digelar Eurasian Media Group dan dipublikasikan oleh Eurasia Today, pada 17 Maret 2026.
Dalam wawancara tersebut, Khairul Jasmi memaparkan tiga prioritas utama nasional Indonesia saat ini, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Khairul Jasmi, ketahanan pangan menjadi fokus utama pemerintah. Ia menyebut dalam satu tahun terakhir Indonesia untuk pertama kalinya dalam 35 tahun berhasil memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri.
“Pemerintah tidak hanya mempertahankan capaian tersebut, tetapi juga memberi perhatian lebih pada sumber protein, sayuran, dan buah-buahan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (8/4/2026).
Ia juga menyoroti berbagai inisiatif strategis pemerintah, termasuk proyek pengembangan perunggasan terintegrasi serta program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah, ibu hamil, dan lansia.
Program tersebut, kata KJ sapaan Khairul Jasmi diberbagai kalangan itu, bertujuan memutus rantai kekurangan gizi dan mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat.Selain ketahanan pangan, Khairul Jasmi menilai ketahanan energi menjadi agenda penting di tengah situasi global yang masih rentan terhadap gangguan rantai pasok.
Menurutnya, negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri akan sangat bergantung pada pihak lain.
Arah ketiga yang disorot adalah pengembangan sumber daya manusia melalui pembangunan Sekolah Rakyat berasrama untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
Sekolah-sekolah tersebut sepenuhnya dibiayai negara dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin serta sangat miskin.
Editor : Fix Sumbar